Yang Perlu Kita Lakukan untuk Balita dan Bayi saat Cuaca Panas Sekali

Anak balita atau bayi rewel karena cuaca panas? Itu biasa dan kita sebagai orang tua mungkin sudah hapal bagaimana cara menghadapinya.
Namun cuaca panas di sejumlah daerah di Indonesia beberapa hari terakhir ini terasa tak biasa, Moms!
Berdasarkan keterangan dari Kepala SUB Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala Putra kepada kumparan, hal ini disebabkan karena radiasi dari Matahari yang sedang cukup tinggi dan ditambah dengan jumlah awan yang sedang minimal. Di Jakarta dan Semarang misalnya, suhu sampai mencapai angka 36,2 dan 39,4 derajat Celcius!
Itu lah kenapa kita perlu melakukan hal-hal tambahan untuk membantu si kecil menghadapi cuaca panas ini. Sebab tubuh bayi atau anak balita belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan suhu sebaik orang dewasa.
Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak balita tidak cepat berkeringat sehingga mengurangi kemampuan tubuh mereka untuk menjadi dingin, dan lebih mudah merasa kepanasan.
Terkait dengan hal itu, cuaca panas jadi lebih menyiksa bagi bayi dan balita dan mereka pun lebih cepat mengalami dehidrasi. Hal ini dijelaskan oleh dr Dominicus Husada SpA(K), dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, seperti dilansir Berita Anak Surabaya (BASRA).
Nah Moms, apa saja yang perlu orang tua lakukan untuk mereka? Berikut 10 hal yang kami rangkum untuk Anda:
Menyusui atau memberi susu botol pada bayi lebih sering. Kecuali bila ada rekomendasi lain dari dokter.
Bila sudah berusia lebih dari 6 bulan, tetap susui atau tawarkan bayi lebih banyak cairan untuk diminumnya. Ingat Moms, selain ASI, minuman terbaik bagi bayi usia 6 bulan ke atas dan anak balita adalah air putih.
Bila anak termasuk sulit minum air, buat jadwal agar anak minum tanpa perlu menunggunya merasa haus. Beri juga anak potongan buah segar yang mengandung banyak air sebagai alternatifnya.
Perhatikan frekuensi dan warna urin bayi maupun balita Anda. Jika urine berwarna cerah cenderung bening artinya tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, jika urine berwarna keruh cenderung gelap, artinya anak kurang cairan dan bisa mengalami dehidrasi.
Beri bayi dan anak balita Anda pakaian longgar, berbahan nyaman yang bisa menyerap keringat dan melindungi mereka dari sinar matahari. Misalnya yang berbahan katun dan tidak terlalu tebal. Ganti pakaiannya bila sudah berkeringat.
Bila merasa perlu, beri bayi dan anak balita topi, tabir surya serta kacamata hitam saat berpergian.
Jangan pernah meninggalkan bayi, balita maupun anak yang sudah lebih besar di mobil, meski hanya sesaat.
Saat waktu tidur, biarkan anak tidur di ruangan yang paling sejuk di rumah Anda. Kurangi panas dengan membuka jendela agar sirkulasi udara baik. Pasang tirai pada jendela kaca.
Mandikan bayi atau anak balita lebih sering bila perlu. Atau seka tubuhnya dengan handuk basah. Tapi jangan gunakan air dengan es batu ya, Moms!
Bila memakai kipas angin, jangan arahkan langsung ke tubuh bayi atau balita. Biarkan hembusannya tetap berputar menyejukkan udara. Waspada juga, jangan sampai anak bisa menjangkau baling-baling kipas karena berbahaya.
Bila menggunakan AC, menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Brawijaya, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) jaga agar suhu ruangan cukup sejuk tapi tidak terlalu dingin. Sekitar 24-26 derajat Celsius saja.
Hindari mengajak bayi dan anak balita beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, khususnya antara pukul 10 pagi sampai 4 sore. Lebih baik, alihkan kegiatan keluarga jadi pagi atau sore saja.
