Yang Perlu Orang Tua Lakukan Bila Asma Anak Kambuh di Tengah Pandemi Corona

Di masa pandemi virus corona seperti sekarang ini, banyak orang tua yang merasa cemas, sebab virus ini bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak yang mengidap penyakit asma. Ya Moms, anak-anak dengan kondisi asma umumnya memang jauh lebih rentan terpapar virus yang menyerang pernapasan atas seperti virus corona.
Dokter Spesialis Anak, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K) mengatakan salah satu pencetus asma pada anak adalah adanya infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan atas, seperti salesma. Bisa jadi bila si kecil awalnya terkena salesma, kemudian batuk dan pilek, sehingga menimbulkan gejala pada asmanya.
"Kalau sudah batuk pilek, bisa jadi timbul sesaknya. Memang agak rancu dengan ciri-ciri PDP COVID-19. Tapi yang membedakannya adalah demam. Jadi sebaiknya orang tua perlu melakukan pemantauan apakah ciri-ciri tersebut termasuk virus corona atau hanya asma saja," ujar dr. Darmawan dalam siaran langsung Instagram TV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (5/5).
Untuk mengetahui pencetusnya, dokter yang juga Konsultan Respirologi Anak ini mengatakan orang tua harus sering-sering mengamati gejala asma pada anak dan apa penyebabnya. Yang paling lazim, kata dr. Darmawan adalah asap rokok, bulu hewan peliharaan, debu rumah, tungau, stres, olahraga yang berlebihan, dan perubahan cuaca yang ekstrem.
"Debu rumah, bulu hewan binatang peliharaan, dan tungau adalah salah satu pencetus yang sangat kuat sehingga perlu menjaga kebersihan rumah dengan menghilangkannya menggunakan teknik basah. Maksudnya adalah semua perabotan rumah tangga harus dilap dengan lap basah, selain itu harus selalu langsung di pel. Jangan membersihkan menggunakan kemoceng atau sapu, karena bisa menyebabkan debu beterbangan," paparnya.
Lantas, apa yang harus orang tua lakukan bila asma anak kambuh saat masa seperti ini? dr. Darmawan menjelaskan bahwa sebaiknya ditangani dulu seperti biasanya di rumah. Bila anak jarang kambuh asmanya, penanganannya bisa dengan diberikan obat seperti biasa sesuai dengan gejala yang berlangsung. Ada dua macam obat yang bisa diberikan yakni obat pereda dan obat pengendali.
"Yang lebih penting dibanding itu adalah agar orang tua selalu menjaga kesehatan anak agar gejalanya tidak timbul. Sebab itu akan timbul bila ada pencetusnya, jadi sebaiknya sangat penting menghindarinya. Lalu, kalau gejalanya atau serangannya ringan, bisa diobati di rumah aja. Tapi kalau sudah diberikan obat, sudah di uap lebih dari 3 kali tapi masih sesak juga, sebaiknya langsung dibawa ke IGD ya," tutupnya.
