1.145 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Demo BEM SI di Gedung DPR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beberapa polisi mulai bersiaga di balik gerbang gedung DPR RI pada Senin (11/4). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa polisi mulai bersiaga di balik gerbang gedung DPR RI pada Senin (11/4). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Sebanyak 1.145 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan demo BEM SI bertajuk '#IndonesiaSoldOut' di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (21/8).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, memastikan pengamanan dilakukan secara humanis. Polisi tak akan dilengkapi dengan senjata api.

"Polisi hadir bukan untuk menghadapi musuh, melainkan untuk melayani saudara-saudara kita yang ingin menyampaikan pendapat," kata Susatyo melalui keterangan yang diterima.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjawab pertanyaan wartawan di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2024). Foto: Alya Zahra/kumparan

Susatyo berharap massa demo menyampaikan aspirasi secara tertib. Tidak membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum.

Terkait dengan rekayasa lalu lintas, polisi akan menerapkan rekasaya lalu lintas secara situasional. Namun begitu, para pengguna jalan diimbau agar mencari alternatif jalan lain untuk menghindari kawasan Gedung DPR/MPR.

"Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum," ungkap dia.

Sementara itu, informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah tuntutan yang hendak disampaikan oleh massa dalam demo tersebut. Berikut ini tuntutannya:

1. Isu Sipil dan Politik

  • Tolak RUU KUHAP bermasalah

  • Tolak pasal bermasalah dalam RUU Penyiaran

  • Tolak militerisme di ranah sipil

  • Hentikan intimidasi, kriminalisasi, dan teror terhadap gerakan rakyat

  • Tolak pembangunan batalyon baru di Aceh

2. Isu Ekonomi, Sosial, dan Budaya

  • Tolak penulisan sejarah ulang

  • Tolak gelar pahlawan Soeharto

  • Pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis

  • Tolak fleksibilitas tenaga kerja

  • Tolak tarif resiprokal AS-Indonesia

  • Tolak proyek strategis nasional

  • Tolak revisi UUPA

  • Wujudkan reforma agraria sejati