1,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabotabek saat Libur Isra Mikraj-Imlek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Gerbang Tol Cikampek Utama I pada Sabtu (25/1/2025). Foto: Dok. Jasa Marga
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Gerbang Tol Cikampek Utama I pada Sabtu (25/1/2025). Foto: Dok. Jasa Marga

Sebanyak 1,5 juta kendaraan diprediksi meninggalkan wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi) saat libur panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025.

Jasa Marga memprediksi dalam periode H-3 Isra Mikraj 2024 sampai Hari H+4 Tahun Baru Imlek 2024 atau pada periode 24 Januari 2025 sampai 2 Februari 2025 (10 hari) sebanyak 1.559.680 kendaraan akan meninggalkan Jabotabek. Naik 10,9% jika dibandingkan lalin normal.

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (ke arah Bandung).

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, pihaknya memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol Jasa Marga Group berjalan dengan optimal. Terutama di ruas jalan tol yang berpotensi menjadi destinasi wisata favorit pengguna jalan saat libur panjang.

Termasuk di antaranya Jalan Tol Jagorawi untuk wilayah Puncak dan sekitarnya serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cipularang untuk yang menuju arah Trans Jawa dan Bandung.

“Selain memastikan keberfungsian peralatan tol di gardu, kami juga menambah jumlah petugas dan mobile reader untuk menambah kapasitas transaksi di gerbang tol-gerbang tol utama. Tidak hanya di gerbang tol, potensi terjadinya kepadatan di lajur pun kami antisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas dengan lebih cepat lagi. Melalui diskresi Kepolisian, Jasa Marga juga siap mendukung rencana rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung,” ujar Lisye dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (25/1).

Sementara itu untuk layanan di rest area, Jasa Marga menjaga fasilitas umum seperti toilet dan musala beroperasi dengan baik dan optimal tanpa pungutan liar. Jasa Marga juga akan berkoordinasi dengan kepolisian jika dibutuhkan diskresi untuk melakukan buka tutup rest area dengan melihat kapasitas parkir yang ada.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 731.714 kendaraan atau sebesar 46,91% kendaraan menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 470.089 atau sebesar 30,14% kendaraan menuju arah Barat (Merak), dan 357.877 kendaraan atau sebesar 22,95% kendaraan menuju arah Selatan (Puncak).

Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

Arah Timur (Trans Jawa & Bandung)

  • Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek meningkat 373.083 kendaraan atau sebesar 36,7% dari lalin normal.

  • Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, meningkat 358.631 kendaraan atau sebesar 11,2% dari lalin normal. Total lalin meninggalkan Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut meningkat 731.714 kendaraan atau sebesar 22,9% dari lalin normal.

Arah Barat (Merak)

  • Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak sebesar 470.089 kendaraan atau meningkat 0,1% dari lalin normal.

Arah Selatan (Puncak)

  • Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi meningkat 357.877 kendaraan atau sebesar 4,9% dari lalin normal.