1,5 Tahun Absen, Al-Quran di Masjidil Haram Kembali Dipajang dan Kajian Diadakan

25 Agustus 2021 10:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kitab Al-Quran kembali diletakkan di rak di Masjidil Haram pada Agustus 2021 setelah 1,5 tahun ditarik akibat pandemi. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
zoom-in-whitePerbesar
Kitab Al-Quran kembali diletakkan di rak di Masjidil Haram pada Agustus 2021 setelah 1,5 tahun ditarik akibat pandemi. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
ADVERTISEMENT
Kitab suci Al-Quran dan kajian ilmu agama kini kembali hadir di Masjidil Haram, masjid suci terbesar di dunia, yang berlokasi di Makkah, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Al-Quran ditarik dari rak-rak dan disimpan di tempat tertentu sebagai langkah preventif, bagian dari protokol kesehatan pada masa pandemi corona. Kajian ilmu agama yang rutin diadakan juga ditangguhkan.
Namun, setelah lebih 1,5 tahun absen, kini kitab suci Al-Quran kembali diletakkan di rak-rak di tempat jemaah biasa mengaksesnya. Kajian agama juga diadakan lagi.
Kitab Al-Quran kembali diletakkan di rak di Masjidil Haram pada Agustus 2021 setelah 1,5 tahun ditarik akibat pandemi. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Kitab Al-Quran kembali diletakkan di rak di Masjidil Haram pada Agustus 2021 setelah 1,5 tahun ditarik akibat pandemi. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci sebagai pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengunggah foto-foto penempatan kembali Al-Quran dan kajian agama perdana di akun medsosnya pada 24 Agustus 2021.
Direktur Departemen Al-Qur'an Masjidil Haram, Hamza bin Ibrahim Al-Salmi, menjelaskan penempatan Al-Quran juga menerapkan protokol kehati-hatian dan pencegahan.
Rak-rak tempat menyimpan Al-Quran disterilisasi terus menerus untuk menjamin keamanan kesehatan jemaah.
ADVERTISEMENT

Keutamaan Menuntut Ilmu

Syeikh Dr. Saad bin Nasser Al-Shathri mengisi kajian setelah 1,5 tahun absen. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Sedangkan kajian ilmu agama perdana diisi oleh anggota Dewan Ulama Senior, Syeikh Dr. Saad bin Nasser Al-Shathri. Dalam kajiannya, Syeikh Al-Shathri menjabarkan tentang keutamaan menuntut ilmu.
Syeikh Al-Shathri antara lain mengutip hadis tentang keutamaan mencari ilmu, terutama di masjid, yang berbunyi: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.”
Kajian ilmu agama di Masjidil Haram kembali diadakan pada Agustus 2021 setelah 1,5 tahun absen karena pandemi. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Peserta kajian mencatat. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Buku catatan peserta kajian. Foto: Twitter/@ReasahAlharmain
Sejumlah jemaah menyimak kajian tersebut, beberapa orang tampak mencatat.
Dalam pernyataan tertulisnya, pengelola Masjidil Haram menjelaskan bahwa kajian itu juga menerapkan prokes. Kajian juga bisa diakses lewat platform digital di https://manaratalharamain.gov.sa.
ADVERTISEMENT
Masjidil Haram sempat ditutup untuk umum saat pandemi corona melanda. Saat ini, masjid telah dibuka untuk umum dengan kapasitas terbatas. Hanya yang sudah divaksin dan mendaftar di aplikasi yang diizinkan masuk.