News
·
29 Januari 2020 18:01

1.600 Warga di Lereng Gunung Ijen Terdampak Banjir Lumpur

Konten ini diproduksi oleh kumparan
1.600 Warga di Lereng Gunung Ijen Terdampak Banjir Lumpur  (384724)
Banjir lumpur di permukiman dekat akses utama menuju Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
Banjir lumpur melanda Desa Sempol dan Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Rabu (29/1). Dua desa itu merupakan akses utama menuju Kawasan Ijen. Ketinggian air mencapai 60 centimeter.
ADVERTISEMENT
Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso Kukuh Triyatmoko mengatakan akibat banjir lumpur itu, sebanyak 1.600 warga sekitar terdampak.
"Di Desa Sempol lebih dari 1.000 orang, sedangkan di Desa Kalisat kurang lebih 600-an orang," ujar Kukuh, di Bondowoso, Rabu (29/1).
Kukuh juga mengatakan ada 200 unit rumah warga di Desa Sempol rusak. Sementara itu, 100 unit rumah warga di Desa Kalisat juga rusak akibat banjir lumpur.
Sementara ini, lanjut Kukuh, banjir lumpur itu tidak sampai mengakibatkan korban meninggal. "Hanya 3 orang yang terluka karena terjatuh ke dalam lumpur dan berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke Puskesmas," ujar Kukuh.
1.600 Warga di Lereng Gunung Ijen Terdampak Banjir Lumpur  (384725)
Banjir lumpur di permukiman dekat akses utama menuju Kawah Ijen. Foto: Dok. Istimewa
Ketiga warga tersebut, seorang di antaranya perempuan yang sudah lansia kesulitan menyeberangi aliran air yang deras dan jalanan licin.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, dua lainnya hanya mengalami luka ringan lantaran terjatuh saat berupaya menghindari luapan air yang bercampur lumpur dan batangan kayu.
Kukuh mengatakan akibat banjir lumpur itu, kantor Kecamatan Ijen terendam lumpur setinggi 30 centimeter. "Untungnya, Puskesmas Ijen aman. Sehingga kita tidak kesulitan melakukan penanganan medis," kata Kukuh.
Dari 1.600 warga terdampak banjir itu, hanya sebagian yang mengungsi ke rumah kerabat dan juga gudang perkebunan yang tak terdampak banjir.