1 Balita Tewas dalam Musibah Banjir di Kebumen, Ribuan Orang Mengungsi
·waktu baca 2 menit

Satu orang balita berusia 3 tahun meninggal dunia dalam musibah banjir yang melanda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sementara ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, Kecamatan Ayah menjadi wilayah terdampak banjir paling parah. Kemudian Rowokele, Adimulyo, dan juga Prembun.
"Di Desa Kedungweru setidaknya ada 1.292 pengungsi yang sudah dievakuasi karena rumahnya terendam air setinggi 1 meter. Ada satu orang korban meninggal dunia, yakni anak umur 3 tahun di desa Arjosari, Adimulyo," ujar Arif saat meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Selasa (15/3).
Selain menelan satu korban jiwa, banjir juga merusak harta benda milik warga. Termasuk hewan ternak serta hasil pertanian seperti padi dan tanaman sayuran lainnya.
Untuk itu, ia meminta meminta RMU untuk memfasilitasi semua petani padi yang terkena dampak banjir agar hasil panennya bisa diselamatkan dengan dikeringkan.
"Nanti Disperindag akan mendata para petani yang padinya basah karena banjir baik yang sudah panen ataupun yang masih di sawah agar bisa diselamatkan di RMU untuk dikeringkan. Pihak RMU juga sudah kami hubungi mereka siap memfasilitasi bahkan bisa dijual di situ," jelas dia.
Arif juga telah memerintahkan tiap-tiap camat untuk membuat posko penanganan sebagai pusat koordinasi dan pusat penanganan bantuan.
"Ini statusnya sudah darurat karena hampir semua wilayah di Kebumen terendam banjir," tegas dia.
Berdasarkan data BPBD Kebumen setidaknya ada 18 kecamatan dan 51 desa yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Ayah, Rowokele, Buayan, Kuwarasan, Gombong, Adimulyo, Karanganyar, Puring, Klirong, Alian, Pejagoan, Kebumen, Sruweng, Petanahan, Prembun, Kutowinangun, Ambal dan Mirit.
"Kita ingin memastikan penanganan kebencanaan banjir ini tertangani dengan cepat. Alhamdulillah, semua warga yang terdampak sudah dievakuasi di tempat pengungsian. Ada beberapa kecamatan yang terdampak parah seperti Ayah, Rowokele dan Prembun," kata Arif.
