1 Jenazah Korban Dukun Slamet Banjarnegara Berhasil Diidentifikasi, Asal DIY

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penemuan tulang belulang diduga 10 korban dukun pengganda uang asal Banjarnegara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penemuan tulang belulang diduga 10 korban dukun pengganda uang asal Banjarnegara. Foto: Dok. Istimewa

Satu korban pembunuhan Slamet Tohari, dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Kuwat Santosa asal DI Yogyakarta.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, Santosa merupakan jasad yang dikubur di lubang 6B. Jasad Santosa dapat diidentifikasi usai tim DVI menemukan kecocokan dengan DNA anak korban.

"Dilakukan pemeriksaan DNA lanjutan sampel tulang yang belum teridentifikasi dengan data pembanding. Maka dapat dibuktikan secara genetik bahwa tulang iga Mr X Lubang 6B, teridentifikasi sebagai Kuwat Santosa, ayah biologis dari Nurul Wasiatil Fadilah asal dari Yogyakarta," ujar Iqbal kepada wartawan, Kamis (25/5).

Penggalian makam 5 korban dukun Slamet di TPU Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara. Foto: Intan Alliva/kumparan

Polisi akan berkoordinasi dengan keluarga korban terkait temuan ini. Polres Banjarnegara juga akan memfasilitasi bila keluarga menginginkan pengambilan jenazah.

"Terhadap jenazah yang belum teridentifikasi, tim DVI masih menerima data pembanding untuk ante-mortem," kata Iqbal.

Polres Banjarnegara berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan dukun pengganda uang dan bernama TH Alias mbah Slamet (45) dan asistennya BS (32) warga Comal, Pemalang.

Tampang Slamet (45) dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang bunuh 12 orang. Foto: Dok. Istimewa

BS merupakan tangan kanan korban untuk mencari korban-korbannya melalui Facebook.

Keduanya merupakan komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. Dalam aksinya Slamet telah membunuh 12 orang. Dari jumlah itu, 9 jasad telah berhasil diidentifikasi.

Saat ini keduanya telah ditahan dan terancam pidana mati.