1 Musala di Kabupaten Bekasi Rubuh Akibat Gempa 4,7 Magnitudo
·waktu baca 2 menit

Sebuah musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, rubuh akibat gempa 4,7 magnitudo, Rabu (20/8).
“Satu sarana ibadah (musala) di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu rusak berat atau rubuh, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut di wilayah Kabupaten Bekasi,” ucap Kabid Darlog BPBD Kabupaten Bekasi, Dody, dalam keterangannya, Rabu (20/8).
“Saat ini Tim BPBD Kabupaten terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan aparatur kecamatan untuk memantau perkembangan situasi serta kemungkinan adanya gempa susulan,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Bekasi meminta warga tetap waspada dan jangan panik.
“Tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Dody.
“Periksa kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal. Jika terdapat retakan atau kerusakan, segera menjauh untuk menghindari potensi bahaya,” tambahnya.
Gempa terjadi sekitar pukul 19.54 WIB. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Badan Geologi, titik gempa berada pada zona Sesar Baribis.
"Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis," kata Kepala Badan Geologi, M. Wafid, melalui keterangan yang diterima pada Rabu (20/8).
Sedangkan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan episenter gempa berada pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 B.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km," kata Daryono lewat keterangannya.
Dari penelusuran kumparan, bila dilihat dari google maps gempa berdekatan dengan Desa Kutalanggeng, Karawang dan Gunung Sanggabuana. Titiknya juga dekat Waduk Jatiluhur.
Menurut Daryono, gempa ini kategori gempa dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust)," tandasnya.
