1 Pasien Suspek Cacar Monyet Datangi RS di Bali, Hasil Tes Negatif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cacar monyet. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cacar monyet. Foto: Shutterstock

Seorang pasien usia dewasa dengan gejala demam disertai ruam di seluruh tubuh datang ke sebuah rumah sakit di Bali, pada Minggu (1/9 lalu. Pasien ini diduga terinfeksi cacar monyet.

"Dilaporkan 1 kasus suspek Mpox pada tanggal 1 September 202 dengan keluhan demam disertai ruam di seluruh tubuh, pasien didiagnosa dengan varicella atau cacar air terduga MPox," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, saat dihubungi, Jumat (6/9).

Namun, Gede Anom tak merinci lebih lanjut jenis kelamin dan status pasien pelaku perjalanan luar atau dalam negeri. Dia mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium, pasien dinyatakan negatif mengidap penyakit Mpox.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lab Mpox hasilnya negatif," katanya.

Anom mengimbau seluruh masyarakat dan turis di Bali hidup dengan menjaga kebersihan dan kesehatan. Tidak melakukan kontak erat dengan pasien terduga Mpox dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala demam dan ruam di seluruh tubuh.

"Kewaspadaan Mpox di tingkat provinsi telah dilakukan dengan membuat surat kewaspadaan kab/kota serta melakukan koordinasi dengan BBKK untuk kewaspadaan di pintu masuk. Seperti bandara dan pelabuhan serta menyiapkan rumah sakit serta lab pemeriksaan bila ada kasus suspek Mpox," sambungnya.

Sebelumnya, berdasarkan data Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, tahun 2022 terdapat 88 kasus Mpox di Indonesia, dan 14 kasus terjadi sepanjang 2024.

Menurutnya, Mpox di Indonesia berbeda jenis dengan yang ada di Afrika. Mpox di Afrika lebih berbahaya lantaran punya fatality rate yang jauh lebih tinggi ketimbang di Indonesia.

Pemerintah telah meningkatkan surveilans dan pengujian di seluruh Indonesia untuk menekan risiko penyebaran. Di antaranya, dengan menggunakan tes PCR yang hasilnya dapat diketahui dalam 30 menit.

Tes ini telah diterapkan di sejumlah wilayah, seperti Bali dan Jakarta. Terutama terhadap para wisatawan dari negara-negara Afrika yang berisiko tinggi membawa virus Mpox.

Dalam upaya menekan penyebaran penyakit mpox), pemerintah telah mendatangkan vaksin dari luar negeri. Vaksin tersebut nantinya bisa diperoleh secara gratis, tapi tidak untuk semua.

“Vaksin ini diberikan gratis khusus bagi mereka yang berisiko tinggi (terpapar),” kata Budi kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, usai konferensi pers pemilihan Rektor ITB, di Kampus ITB Jalan Ganesha, Bandung, pada Rabu (4/9).