10 Jemaah Haji Ilegal di Bandara Soetta Gagal Berangkat, Sudah Bayar Rp 250 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para Muslim dari seluruh dunia melakukan tawaf Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Foto: Zurijeta/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Para Muslim dari seluruh dunia melakukan tawaf Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Foto: Zurijeta/Shutterstock

Sebanyak 10 calon jemaah haji ilegal di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) gagal berangkat ke Tanah Suci karena kedapatan dokumen perjalanannya tidak sesuai.

"Penggagalan keberangkatan WNI yang haji ini kembali kita lakukan pada tanggal 3 dan 4 Mei 2026. Di mana, untuk tanggal 3 Mei 2026, ada 6 orang dan 4 orang di tanggal 4 Mei 2026," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, Selasa, (5/5).

Wisnu mengatakan pihaknya sudah enam kali mencegah keberangkatan haji ilegal seperti ini.

"Sejauh ini sudah enam kali dilakukan pencegahan dengan jumlah sekitar 51 orang yang berhasil kami amankan. Upaya ini berlangsung sejak April 2026," katanya.

Pemeriksaan polisi, para calon jemaah telah membayar Rp 200 juta hingga Rp 250 juta per orang demi berhaji melalui jalur nonprosedural tanpa menggunakan visa resmi.

Polisi kini terus memeriksa calon jemaah hingga menelusuri travel penyedia jasa haji ilegal ini.

"Kami juga berkoordinasi dengan Satgas Haji Polri untuk memperkuat pengawasan," katanya.

Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengatakan upaya pencegahan keberangkatan haji nonprosedural ini dilakukan bersama pihak imigrasi.

Dari pemeriksaan, terungkap ketua rombongan berperan merekrut calon jemaah, mengatur perjalanan, hingga berupaya meloloskan proses check-in dan pemeriksaan imigrasi

"Para jemaah bahkan telah dibekali dokumen seperti paspor, iqomah (izin tinggal), dan audah (izin keluar-masuk Arab Saudi), seolah-olah mereka adalah pekerja yang kembali dari cuti," kata Yandri.

Temuan polisi, 47 jemaah dikoordinasikan oleh seorang koordinator lapangan, tujuh orang berhasil berangkat lebih dulu. Sisanya masih tertahan dan sebagian menginap di hotel sekitar bandara.

"Pencegahan ini masih terus kita lakukan untuk mengantisipasi adanya permasalahan para WNI, dan tentunya diimbau untuk berangkat dengan jalur resmi," ungkapnya.