10 Mahasiswa Univ Negeri Gorontalo Terseret Banjir Bandang Saat KKN, 3 Tewas
ยทwaktu baca 2 menit

10 mahasiswa Teknik Geologi FMIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terseret banjir bandang Sungai Bulawa di Desa Dunggilata, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (15/4). 3 di antaranya meninggal dunia.
Para mahasiswa itu awalnya sedang melakukan pemetaan wilayah perbukitan, sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Mereka berangkat pukul 10.00 WITA, lalu dalam perjalanan pulang menuju kawasan permukiman masyarakat, pukul 16.00 WITA, mereka tersapu banjir bandang.
"Saat peristiwa itu terjadi, mereka terpisah, ada yang terbawa arus, ada yang tertahan di batu besar, dan ada yang hilang atau tenggelam," kata Ketua Pusat KKN UNG, Rosbin Pakaya, sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (17/4).
Satu per satu dari mereka lalu ditemukan penduduk sekitar.
"Semuanya sudah ditemukan, 7 orang selamat dan 3 meninggal dunia," kata Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Y. Babyonggo.
Identitas Korban
Dekan Fakultas MIPA UNG Fitri Lihawa menyebutkan identitas 10 mahasiswa itu:
Alfateha Ahdania Ahmadi asal Ratatotok Sulut (meninggal dunia)
Sri Maghfira Mamonto asal Inobonto Sulut (meninggal dunia)
Regina Malaka asal Buntulia Gorontalo (meninggal dunia)
Fiqri Fariz K. Pakaya asal Palele Sulteng
Risman Ahmad asal Taliabu Malut
Sukirman Satar asal Kambani Sulteng
Nirmawati Musa asal Buntulia Gorontalo
Lisda B. Laindjong asal Buol Sulteng
Ahmad Firli Aprilio Mamonto asal Kotamobagu Sulut
Alif Rahmat Sandhi asal Isimu Gorontalo
Pemulihan Trauma
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok menyatakan telah menarik mahasiswa KKN di sekitar wilayah tersebut.
"Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan untuk pemulihan kesehatan dan trauma bagi para mahasiswa yang menjadi korban," katanya.
"Kami sangat berduka atas musibah ini dan akan membantu semua proses yang diperlukan dalam penanganan korban," lanjutnya.
Begitu pun Pemkab Bone Bolango, Gorontalo, berbelasungkawa atas musibah 10 mahasiswa itu. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah yang terjadi ini," kata Bupati Ismet Mile.
