10 Preman Pasar Tanah Abang Diciduk Polisi, Tak Ada Uang Sopir Tak Boleh Keluar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tahanan. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tahanan. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Sebanyak 10 orang diduga sebagai preman ditangkap polisi karena kerap memalak sopir barang dagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, mereka ditangkap pada Minggu (13/6). Menurut Singgih, modus yang dilakukan para preman ini yakni, menghalang-halangi kendaraan pengangkut barang yang akan keluar dari pasar.

Jika tak diberi uang, sopir barang dagangan ini akan sulit keluar dari pasar. Para preman ini meminta uang mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 rupiah.

"Modusnya ngalangi truk yang barang yang mau keluar pasar. Ada yang Rp 5 ribu ada yang 10 ribu variatif sih. Intinya dia bukan tukang parkir ya," kata Singgih saat dihubungi, Selasa (15/6).

Suasana sentra penjualan kurma di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menurut Singgih, mobil truk dari luar Jakarta yang kerap kali menjadi sasaran premanisme di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Iya sopir yang bawa dagang itu. Terutama yang pelat-pelatnya luar (kota), kayaknya sengaja itu," ujarnya.

Para preman ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk mencari tahu sudah berapa lama praktik pemalakan yang dilakukan para preman ini.

"Kita interogasi dulu di sini pemeriksaan," ungkapnya.