10 Serangan Buaya Terhadap Manusia di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Buaya Muara (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buaya Muara (Foto: Pixabay)

Suprianto dan Arjuna diserang buaya di sungai di Muara Jawa Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Keduanya tewas diserang buaya dalam waktu yang berdekatan.

Arjuna diserang pada Jumat (15/9), sementara Suprianto yang mengaku sebagai pawang buaya diserang pada (16/9) sekitar pukul 11 siang saat sedang melakukan ritual pencarian.

Jasad Suprianto ditemukan utuh pada Minggu pukul 21.45 WITA, tidak jauh dari lokasi korban saat tenggelam kurang lebih sekitar 10 meter. Sedangkan Jasad Arjuna juga berhasil ditemukan pada Minggu (17/9) dini hari dengan kondisi yang utuh.

Tali rafia di mulut buaya (Foto: Mohamad Hamzah/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Tali rafia di mulut buaya (Foto: Mohamad Hamzah/Antara)

Serangan buaya ke manusia sering kali terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan sungai. Berikut daftar 10 serangan buaya yang mengakibatkan korban luka-luka hingga meninggal.

1. Petani tewas diterkam buaya

Sunardi (28) seorang petani di Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, tewas diterkam buaya 11 November 2016 lalu. Kala itu Sunardi tengah berenang melintasi Sungai Gansal menuju ke Perkebunan Holtikultura miliknya.

Sunardi berenang ke sungai karena di tempat tinggalnya tidak ada jembatan untuk menyeberang sungai yang cukup lebar dan terkenal dengan keberadaan buaya sungai tersebut.

Buaya muara ditangkap (Foto: Jojon/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya muara ditangkap (Foto: Jojon/ANTARA)

Dua rekan korban sempat melihat jasad yang tersangkut di batang kayu di pinggiran sungai. Saat diperhatikan secara seksama, ternyata jasad tersebut merupakan Sunardi, rekan mereka.

Kedua saksi Wahyudi dan Meggi lalu berusaha memberikan pertolongan. Namun ternyata, buaya tersebut telah menerkam kaki hingga paha korban dan menariknya ke dasar sungai.

Tim SAR dan jajaran Polsek serta masyarakat setempat kemudian berusaha melakukan pencarian. Sehari melakukan pencarian, korban tidak kunjung ditemukan. Dua hari setelah hilang korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka pada sekujur tubuh.

2. Petambak Udang Hilang Usai Diterkam Buaya

Seorang petambak udang di Tarakan, Kalimantan Utara diserang buaya pada 1 Oktober 2016 saat sedang memasang trawl di tambak majikannya di Sungai Mangkudulis.

Dilansir Antara, lima hari setelah korban diserang, Warga di sana justru menemukan buaya tidak jauh dari lokasi kejadian di Sungai Mangkudulis atau Sungai Tengkorak. Diduga buaya tersebut yang menyerang korban.

Buaya muara ditangkap (Foto: Jojon/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya muara ditangkap (Foto: Jojon/ANTARA)

Hanya saja, jasad korban belum berhasil ditemukan sementara buaya-buaya yang muncul di sungai itu ukurannya sangat besar sehingga menghambat proses pencarian karena pertimbangan keamanan.

Pada saat pencarian itu tercium juga bau bangkai namun belum dipastikan apakah jasad korban karena matahari mulai terbenam sehingga memutuskan kembali.

3. Dua bocah selamat usai betarung dengan buaya

Dua bocah perempuan berusia 8 dan 12 tahun selamat dari terkaman buaya saat sedang bermain dan mandi di aliran Sungai Iliran, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

"Kedua anak itu selamat meski dengan sejumlah luka pada bagian kaki dan tangan," kata Kepala Polres Indragiri Hilir AKBP Hadi Wicaksono seperti dilansir Antara Kamis (14/7/2016).

Dia mengatakan peristiwa yang menimpa dua bocah yang merupakan kakak beradik berinisial AL (12) dan CEK (8) tersebut terjadi pada Rabu sore.

Menurutnya, peristiwa itu berawal saat kedua anak tersebut sedang bermain di tebing sambil mandi di sungai yang terkenal akan keberadaan buaya tersebut.

Buaya air asin (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya air asin (Foto: Flickr)

Ketika sedang asyik bermain, CEK kemudian masuk ke dalam sungai sementara AL tetap berada di pinggir. Tidak lama berselang, CEK tiba-tiba hilang. Si kakak AL sempat kebingungan dan mencari keberadaan adiknya tersebut. Setelah melakukan pencarian, AL melihat adiknya CEK diseret buaya berukuran sekitar 3 meter.

CEK diseret buaya dengan cara mengigit kaki korban. Melihat adiknya dalam bahaya, AL langsung terjun ke sungai dan berusaha membantu si adik.

AL berupaya meraih dan menarik tangan adiknya dari terkaman buaya. Sempat terjadi tarik menarik antara AL dan buaya.

AL lalu menarik baju adiknya CEK dengan posisi tangan kanan memegang tepi pompong dan tangan kiri menarik baju adiknya CEK. Setelah berhasil menarik adiknya ke tepi, buaya tersebut kembali berusaha menerkam korban AL dan mengenai tangan sebelah kiri AL, namun buaya tersebut kembali melepas gigitannya.

Dalam keadaan mencekam tersebut, kedua korban berteriak minta tolong dan berhasil naik ke pinggir sungai. Mendengar teriakan tersebut, ibu korban langsung datang dan meminta bantuan warga sekitar. Buaya pun berhasil diusir dan melarikan diri ke sisi lain sungai.

Pasca kejadian, korban langsung dibawa berobat ke Puskemas terdekat. Atas kejadian tersebut AL mengalami luka gigitan pada telapak tangan sebelah kiri dan korban CEK mengalami gigitan di betis kaki sebelah kanan.

4. Lolos dari gigitan buaya saat sedang merakit kayu dekat sungai

Mahadar (28), warga Desa Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, selamat setelah diterkam buaya saat merakit kayu cerocok di kawasan kediamannya.

"Saat itu korban bersama dua orang temannya sedang bekerja merakit kayu cerocok. Sempat terjadi tarik menarik antara korban dan buaya, mengakibatkan bagian pergelangan kaki kiri korban luka parah akibat gigitan buaya," kata warga setempat dan saksi mata, Yanti seperti dilansir Antara, Jumat (10/6/2016).

Buaya (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya (Foto: Reuters)

Ia mengemukakan, korban diterkam buaya pada Jumat sekira pukul 20.00 WIB di Sungai Parit Jawa, Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar.

Dua orang temannya langsung membawa korban meminta bantuan warga setempat, kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pratomo Bagansiapiapi untuk dilakukan perawatan.

5. Tarik kayu gelondongan malah dimangsa buaya

Krisman (51) warga Desa Pembeliangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diterkam buaya, Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 15.00 WITA. Hingga hari keempat masa pencarian, korban belum ada tanda-tanda ditemukan termasuk potongan tubuhnya.

Dilansir Antara Sabtu (14/5/2017), Kepala Basarnas Nunukan Octavianto di Nunukan, Sabtu mengatakan Tim SAR sudah melakukan upaya-upaya penyisiran Sungai Bungkayang sebagai tempat kejadian hingga sejauh 10 kilometer ke hulu dan ke hilir dari lokasi kejadian.

Namun tanda-tanda keberadaan korban yang diterkam buaya saat sedang menarik kayu gelondongan di Sungai Bungkayang itu belum berhasil ditemukan. Tubuh Krisman hilang tak diketahui rimbanya.

6. Tewas diterkam buaya saat mencari ikan

Seorang warga bernama Tarzi diserang buaya saat mencari ikan bersama satu rekannya di sekitar pelabuhan penyeberangan kapal feri di Saumlaki, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Tarzi diterkam buaya hingga menghilangselama beberapa hari dan ditemukan sudah dalam kondisi tidak utuh, sebagian anggota badan hilang. Korban diterkam sekitar Selasa malam (15/3/2016) dan jasadnya ditemukan pada Kamis, (17/3/2016).

Buaya masuk rumah warga. (Foto: Twitter @Sutopo_BNPB)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya masuk rumah warga. (Foto: Twitter @Sutopo_BNPB)

Lokasi penangkapan ikan hanya beberapa meter di depan dermaga penyeberangan kapal feri dan posisinya masih di dalam teluk, tetapi buaya liar dan ganas bisa mendekati perahu sampan mereka dan menerkam korban dalam waktu singkat.

Korban yang diketahui merupakan warga asal NTT ini merupakan karyawan salah satu toko di Kota Saumlaki, tetapi di malam hari dia melakukan aktivitas sebagai nelayan untuk mencari ikan.

Kepulauan Yamdena terdapat sungai yang diduga menjadi habitat buaya tersebut dan seringkali berenang memasuki kawasan teluk di malam hari mencari para nelayan yang sedang menangkap ikan menggunakan perahu sampan berukuran kecil.

7. Potong kaki sendiri agar lepas dari gigitan buaya

Seekor buaya sungai berukuran cukup besar dengan panjang mencapai 3 meter menyerang seorang peternak di Desa Hibrida, Kecamatan Teluk Belengkong Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Beruntung korban selamat setelah hewan buas itu hanya menerkam kaki korban. Meski begitu, korban harus kehilangan kaki kirinya akibat gigitan buaya tersebut.

Kejadian nahas itu terjadi pada Jumat siang (8/1) saat korban bernama Suwarso (46) mencari rumput untuk hewan ternak peliharaannya di tempat sekitar lokasi. Hanya saja pada saat itu, posisi korban berada tidak jauh dari pinggiran sungai.

Peternakan Buaya (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)
zoom-in-whitePerbesar
Peternakan Buaya (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)

Pada saat korban memotong rumput, tiba-tiba muncul seekor buaya dan langsung menerkam kaki kiri korban. Korban berusaha melepaskan kakinya dari gigitan buaya itu. Namun semakin korban meronta, gigitan buaya semakin kuat.

Pada saat itu, korban yang sedang memegang sabit yang digunakan untuk memotong rumput langsung memotong pergelangan kakinya sendiri sehingga korban selamat. Sementara buaya meninggalkan korban dengan membawa potongan kaki Suwarno.

Sementara itu, pasca kejadian sejumlah warga berdatangan dan membantu korban serta membawanya ke rumah sakit setempat. Menurut Hadi, kondisi korban saat ini sudah stabil sementara kaki kiri korban terpaksa diamputasi.

8. Buaya serang warga yang sedang melakukan upacara adat.

Buaya sepanjang tiga meter menyerang warga saat pembukaan Lubuk Larangan di Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Jambi, Minggu (2/8/2015). Warga itu tidak tewas, tapi rahangnya patah.

Pembukaan Lubuk Larangan merupakan pesta warga untuk memanen ikan, bahkan pembukaan Lubuk Larangan dihadiri wakil bupati setempat.

Warga berlomba-lomba menangkap ikan dengan bermacam-macam alat. Diantaranya dengan perangkap ikan atau biasa disebut lukah.

Ilustrasi buaya sungai (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buaya sungai (Foto: Pixabay)

Kejadiannya, lukah yang dipasang warga bukannya berisi ikan, namun berisi buaya. Warga pun sontak kaget, pesta mencari ikan pun sempat terhenti. Warga akhirnya membawa perangkap ikan yang berisi buaya itu ke daratan.

Awalnya buaya sepanjang tiga meter itu begitu tertangkap hanya diam saja, namun karena ada salah seorang warga yang mengusik dengan mengelus punggungnya, sontak buaya itu menyerang warga tersebut.

Warga yang diketahui bernama Mat Zadam (35) itu langsung dikibas ekor buaya. Akibatnya rahang pria yang dianggap pawang buaya itu patah dan luka serius di muka.

Warga juga tidak berani mengikat buaya yang diperkirakan berumur tiga tahun itu, karena sebagian warga beranggapan buaya itu sang penunggu sungai. Tiba-tiba datang Mat Zadam yang berniat mengajak buaya itu "berdialog".

Tapi bukannya informasi yang didapat, buaya itu langsung mengkibaskan ekornya. Sontak saja Mat Zadam yang berbadan ramping itu terpelanting sekitar dua meter.

Usai mengibaskan ekornya, buaya itu langsung berjalan berlahan kembali menyebur ke sungai. Saat itu tak seorang warga yang berani menghalangi buaya itu kabur, karena cerita mistik yang beredar buaya adalah penunggu sungai.

9. Bocah 9 tahun selamat usai tubuhnya dicabik dua buaya

Tubuh bocah perempuan Mala (9) dicabik-cabik dua buaya yang menyerang dia di sungai di Sangatta, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2015). Dia selamat walau tubuhnya berdarah-darah dan terluka parah.

Mala, warga RT 05 Dusun Kabo Jaya Desa Swargabara, Kabupaten Kutai Timur, bersama ibunya, Kartini berangkat ke sungai untuk menimba air bersih. Mereka menciduk air memakai timba plastik dari sungai itu.

Tengah menciduk air, Mala meminta ibunya untuk lebih dulu pulang ke rumah. Namun baru beberapa langkah meninggalkan Mala, tiba-tiba dia berteriak minta tolong.

"Saya langsung lari ke menolong dan melihat Mala masih memegang patok kayu untuk bertahan agar tidak jatuh ke dalam sungai. Saya teriak: Ya Allah tolong anak saya... dan alhamdulillah buaya melepaskan Mala dan buaya hilang," kata Kartini seperti dilansir Antara.

Ilustrasi buaya raksasa (Foto: Chad Sparkes via Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buaya raksasa (Foto: Chad Sparkes via Flickr)

Setelah itu, kata Kartini, dia langsung mengangkat Mala dan tidak lama kedua buaya itu kembali muncul, satunya ukuran kecil dan satunya ukuran besar hitam panjang.

"Mungkin yang mengigit anak saya itu yang ukurannya kecil, kalau yang besar mungkin anak saya ikut di bawah," kata dia.

Menurut Muhammad, ayah Mala, akibat serangan buaya, anaknya robek parah pada bagian ketiak kanan dan luka di kaki bagian kiri. Kami sempat melihat dua buaya timbul di sekitar pinggir sungai tempat anak saya diserang," katanya.

10. Butun diserang buaya saat mandi

Butun (54) warga Desa Telak, Kecamatan Parittiga diserang buaya saat sedang mandi di Sungai Sagak, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, Rabu (11/6/2015) lalu.

Seperti dilansir Antara, saat sedang asyik mandi, tiba-tiba seekor buaya berwarna kuning berukuran panjang sekitar empat meter langsung menerkam tubuh korban.

Saat itu korban sempat melakukan perlawanan yang cukup berarti. Ia bergelut dengan buaya di dalam sungai tersebut sekitar 30 menit lamanya.

Setelah sekian lama bergelut, korban merasa kewalahan dan ia mendapat akal untuk mencocok mata buaya tersebut dengan tangannya dan upaya tersebut membuahkan hasil. Berkat aksi nekatnya tersebut buaya merasa kesakitan dan melepaskan gigitannya.

Buaya di tengah sampah di Palu, Sulawesi Tengah (Foto: Mohamad Hamzah/Antara Foto)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya di tengah sampah di Palu, Sulawesi Tengah (Foto: Mohamad Hamzah/Antara Foto)

Setelah berasil bebas dari cengkraman buaya, korban langsung naik ke permukaan sungai dan naik ke daratan dan meminta tolong kepada teman-temannya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu teman-teman sekerjanya langsung memberikan bantuan dan melarikan korban ke Puskesmas Sekar Biru, Kecamatan Parittiga untuk mendapatkan perawatan tim medis.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka cukup parah berupa luka sobek di bagian pinggul kiri hingga ke bagian perut, bagian pergelangan tangan kiri, goresan cakar kuku buaya di bagian pingggul kiri, leher bagian belakang dan bahu sebelah kiri, katanya.

Pascakejadian itu, polisi langsung memasang papan peringatan di lokasi tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.