10 Warga di Sagaing Tewas Usai Dihantam Bom Junta Myanmar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi desa Bin di Kotapraja Mingin di wilayah Sagaing setelah dibakar oleh militer Myanmar pada Kamis (3/2/2022). Foto: Stringer/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi desa Bin di Kotapraja Mingin di wilayah Sagaing setelah dibakar oleh militer Myanmar pada Kamis (3/2/2022). Foto: Stringer/Reuters

Junta militer kembali meluncurkan serangan udara ke Desa Nyaung Kone, Negara Bagian Sagaing, Myanmar. 10 warga sipil tewas dan belasan rumah rusak setelah bom menghantam wilayah tersebut.

Dikutip dari AFP, seorang pejuang anti-junta dari desa tersebut, Ko Zaw Tun, mengatakan sebuah jet militer telah menjatuhkan tiga bom di desanya pada Selasa (27/6) sore waktu setempat.

"Tidak ada pertempuran, tetapi mereka mendatangi desa untuk mengebom rumah-rumah. Sepuluh orang tewas dan delapan lainnya luka-luka," ujar Tun.

Dia menambahkan, 11 rumah penduduk turut hancur akibat serangan bom ini. Salah seorang warga Desa Nyaung Kone juga mengkonfirmasi bahwa sepuluh orang telah meninggal dunia.

Selain AFP, BBC Burma dan media lokal lainnya juga melaporkan terjadinya serangan tersebut. Jumlah korban jiwa juga masih simpang siur — beberapa media menyebut sebanyak sembilan orang telah tewas.

Ilustrasi pesawat tempur Myanmar. Foto: Dimitar Dilkoff/AFP

Penduduk Desa Nyaung Kone mengungkapkan mereka langsung mengkremasi korban tewas di malam hari yang sama setelah serangan terjadi.

"Kami tidak tahu apa rencana mereka [junta militer] selanjutnya. Jadi, kami hanya mengadakan pemakaman untuk mereka sesegera mungkin," ujarnya, yang enggan menyebutkan identitas.

Gambar-gambar yang dipublikasikan oleh media lokal memperlihatkan warga berupaya membersihkan puing-puing dan abu akibat ledakan. Tampak sebuah bangunan besar turut diporak-porandakan.

Adapun gambar-gambar ini dilaporkan yang terbaru dan belum pernah dipublikasikan sebelum hari Selasa. Sagaing sendiri kini dikenal sebagai wilayah pusat di mana para pejuang anti-junta berada.

Pada April 2023 lalu, serangan udara serupa pernah melanda Negara Bagian Sagaing. Menurut laporan media lokal, junta menjatuhkan bom ke sebuah perkumpulan dan menewaskan sedikitnya 170 orang.

Para ahli berpendapat, dalam menghadapi perlawanan sengit di daratan sekarang junta militer menggunakan serangan artileri dan memanfaatkan kekuatan udara.

Menurut laporan PBB pada Maret 2023, setidaknya 300 serangan udara telah diluncurkan oleh junta pada tahun sebelumnya.