100 Ribu Jemaah Haji Masih di Saudi, Kemenhaj Minta Air Zamzam Tak Masuk Koper
·waktu baca 3 menit

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci agar berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan berbagai layanan pemulangan terus dioptimalkan, mulai dari pendampingan jemaah di hotel, proses keberangkatan menuju bandara, pemeriksaan dokumen perjalanan, penanganan bagasi, hingga kedatangan di debarkasi tanah air.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan terbaik pada setiap tahapan perjalanan pulang sehingga dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Maria Assegaf di Makkah, Rabu (17/6).
Seiring berlangsungnya fase pemulangan, Maria mengingatkan seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan, khususnya terkait air zamzam.
Jemaah tidak diperkenankan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin karena ketentuan keamanan penerbangan yang berlaku di Arab Saudi.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bagasi. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka akan dikeluarkan sehingga berpotensi menghambat proses penanganan bagasi dan keberangkatan,” jelasnya.
Menurut Maria, jemaah tidak perlu khawatir karena air zamzam untuk jemaah haji Indonesia telah disiapkan dan akan didistribusikan secara resmi di tanah air sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak membawa air zamzam tambahan di dalam koper. Air zamzam sudah disiapkan untuk jemaah dan akan diterima setibanya di Indonesia,” tambahnya.
Maria juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia yang selama ini telah menunjukkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk aturan terkait barang bawaan saat proses pemulangan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah tertib mengikuti ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan barang bawaan, termasuk tidak membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin, sangat membantu kelancaran proses pemeriksaan, penanganan bagasi, dan keberangkatan menuju tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama yang baik antara jemaah dan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional pemulangan sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Setengah dari Total Jemaah Masih di Saudi
Hingga hari ke 57 operasional haji, sebanyak 266 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 103.246 jemaah dan 1.062 petugas. Total kepulangan gelombang pertama mencapai 104.308 orang.
Sementara itu, melalui Bandara Madinah telah diberangkatkan 15 kloter dengan jumlah 5.901 jemaah dan 60 petugas. Total kepulangan gelombang kedua yang telah diberangkatkan mencapai 5.961 orang.
Jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia hingga hari ini mencapai 275 kloter, terdiri atas 106.891 jemaah dan 1.098 petugas, atau total 107.989 orang. Adapun jumlah jemaah haji tahun ini baik reguler maupun khusus berjumlah 221 ribu orang.
Maria juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tanah air.
“Haji yang mabrur tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Kemabruran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian kepada sesama, semangat berbagi, akhlak yang baik, serta kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
