101 Gempa Letusan Terjadi Usai Gunung Raung Naik Status ke Level Waspada

Gempa letusan mendominasi aktivitas Gunung Raung usai statusnya naik dari normal (level I) menjadi waspada (level II) pada Jumat (17/7) lalu. Tercatat, gunung yang memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami 101 kali gempa letusan pada Sabtu (18/7) dari pukul 00.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Diberitakan Antara, dari pengamatan petugas, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur didominasi cuaca berawan dan mendung. Sementara, angin bertiup lemah ke arah selatan dengan suhu udara 22-30 derajat celcius dan secara visual gunung kabut 0-III.
"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100-200 meter di atas puncak kawah Gunung Raung," kata Kepala PPGA Raung, Mukijo, Sabtu (18/7).
Adapun secara kronologis, kondisi gunung pada Sabtu (18/7) pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB secara visual asap kawah bertekanan lemah berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah teramati dari CCTV.
Sementara gempa letusan gunung tercatat sebanyak 35 kali dengan amplitudo 2-11 mm berdurasi 45-144 detik, kemudian gempa tremor non-harmonik sebanyak 28 kali dengan amplitudo 1-4 mm selama 75-289 detik.
Selanjutnya dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB terpantau secara visual Gunung jelas hingga kabut 0-III, asap kawah bertekanan lemah berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah teramati dari CCTV.
Aktivitas gempa letusan sebanyak 28 kali dengan amplitudo 4-14 mm selama 47-150 detik, kemudian gempa tremor non-harmonik sebanyak 46 kali dengan amplitudo 1-6 mm yang disertai tektonik jauh sebanyak satu kali dengan amplitudo 13 mm.
Lalu pada periode pengamatan pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB tercatat gempa letusan sebanyak 38 kali dengan amplitudo 3-21 mm dengan durasi 42-204 detik yang disertai tremor non-harmonik sebanyak 47 kali dengan amplitudo 1-6 mm.
"Status Gunung Raung waspada, sehingga masyarakat dan pendaki diarang turun mendekati kawah yang ada di puncak, serta berkemah di sekitar puncak atau kawah Gunung Raung dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah," kata Mukijo.
Dalam radius kurang dari 2 kilometer sangat membahayakan masyarakat dan pendaki karena gas-gas vulkanik yang keluar dari kawah berbahaya bagi kehidupan manusia.
