106 Karhutla Gunungkidul Sepanjang 2026, Diduga Dipicu Pembakaran Lahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lahan perbukitan di Seloharjo, Kabupaten Bantul, dan sebagian wilayah Purwosari, Kabupaten Gunungkidul terbakar, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Damkarmat Bantul
zoom-in-whitePerbesar
Lahan perbukitan di Seloharjo, Kabupaten Bantul, dan sebagian wilayah Purwosari, Kabupaten Gunungkidul terbakar, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Damkarmat Bantul

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat 191 kejadian kebakaran sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, 106 kejadian di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kasubag TU UPT Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan sebagian kebakaran lahan diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar. Kondisi lahan yang kering serta angin kencang membuat api mudah meluas dan sulit dikendalikan.

"Dugaan dari aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar, karena kondisi kering dan angin yang cukup kencang sehingga api meluas dan tidak terkendali," kata Ngadiyono saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Lahan perbukitan di Seloharjo, Kabupaten Bantul, dan sebagian wilayah Purwosari, Kabupaten Gunungkidul terbakar, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Damkarmat Bantul

Untuk mencegah kebakaran lahan meluas, BPBD dan UPT Damkarmat Gunungkidul telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial maupun kegiatan edukasi bagi siswa dan masyarakat.

"UPT Damkar juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat kelurahan dan tahun 2026 ini telah dilakukan di enam kelurahan dan satu pembentukan Redkar yang dibiayai dari APBD," katanya.

Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, total luas lahan yang terdampak kebakaran sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 124 hektare.

Kebakaran Kandang dan Tempat Tinggal

Selain karhutla, BPBD Gunungkidul mencatat 63 kejadian kebakaran yang terjadi di kandang dan tempat tinggal. Sementara itu, 11 kejadian lainnya merupakan kebakaran yang melanda tempat usaha.

Jika dilihat berdasarkan lokasi, Kapanewon Playen dan Semanu menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, masing-masing 26 kasus.

Selanjutnya, Kapanewon Karangmojo mencatat 18 kasus kebakaran sepanjang 2026.