12 Negara Islam Desak Iran Hentikan Serangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto bersama para menteri negara-negara Arab dan Islam dalam pertemuan keamanan regional di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (19/3/2026). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama para menteri negara-negara Arab dan Islam dalam pertemuan keamanan regional di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (19/3/2026). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Dua belas negara Arab-Muslim mendesak Iran agar menghentikan serangan ke negara-negara Teluk untuk meredakan situasi di kawasan yang kian memanas.

Seruan itu muncul setelah pertemuan para menteri luar negeri di Riyadh, Kamis (19/3). Mereka mengungkapkan pernyataan bersama yang dibagikan lewat platform X.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri dari Qatar, Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Pakistan, Arab Saudi, Suriah, Turki, dan Uni Emirat Arab meminta Iran “segera menghentikan serangan-serangannya”.

X post embed

Mereka juga mendesak Iran untuk tidak mengambil langkah yang bisa mengganggu jalur pelayaran internasional.

Secara khusus, 12 negara itu memperingatkan agar Iran tidak menutup atau menghambat navigasi maupun mengancam keamanan maritim di Selat Hormuz.

“Menahan diri dari langkah atau ancaman apa pun yang bertujuan menutup atau menghambat navigasi internasional di Selat Hormuz atau mengancam keamanan maritim di Bab al-Mandeb,” demikian isi pernyataan tersebut.

Tampak umum para menteri negara-negara Arab dan Islam dalam pertemuan keamanan regional di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (19/3/2026). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Selain itu, para menteri juga mengecam serangan Israel ke Lebanon. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap keamanan, stabilitas, dan keutuhan wilayah Lebanon.

“Mendukung keamanan, stabilitas, dan integritas teritorial Lebanon,” bunyi pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, mereka menegaskan akan melanjutkan konsultasi dan koordinasi secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan serta mengevaluasi situasi yang terus berubah.