12 Poin Catatan DPR untuk Pemerintah: Ledakan di Garut hingga Keracunan MBG
·waktu baca 2 menit

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti permasalahan yang dihadapi masyarakat saat berpidato dalam sidang paripurna penutupan masa sidang ke-III 2024-2029, Selasa (27/5). Totalnya ada 12 poin yang menjadi catatan.
Mulai dari insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluarsa di Garut yang menewaskan prajurit TNI dan warga Sipil, maraknya kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) hingga PHK.
“Sidang Dewan yang terhormat, DPR RI melalui alat kelengkapan dewan telah melaksanakan fungsi pengawasan melalui berbagai rapat yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh rakyat,” kata Puan dalam paripurna di gedung DPR RI.
Berikut adalah 12 poin tersebut:
Insiden pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut
Percepatan pengangkatan P3K tahun 2025
Lonjakan kasus pemutusan hubungan kerja atau PHK termasuk di industri media dan televisi
Berbagai kebijakan untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan nasional
Pemberlakuan tarif resiprokal AS terhadap kinerja ekonomi nasional
Pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
Pembenahan tata kelola sektor migas dan hilirisasi berbagai komoditas pertambangan
Rencana pengadaan vaksin TBC M72
Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang kasus keracunan pangan di 10 provinsi
Rencana pencabutan moratorium pengiriman pekerja migran ke Timur Tengah
Dampak media sosial terhadap perilaku anak
Penegakan hukum dan rehabilitasi terhadap perkara narkoba.
Puan pun meminta pemerintah merespons cepat hasil pengawasan DPR dalam masa sidang ini.
“Pemerintah harus dapat merespons dengan efektif setiap permasalahan yang dihadapi rakyat sehingga rakyat merasakan kehadiran negara dalam kehidupannya,” katanya.
Setelah menutup pidatonya, DPR RI pun resmi memasuki masa reses sampai 23 Juni 2024 mendatang. Di masa ini seluruh anggora dewan kembali ke daerah pemilihannya masing-masing untuk menyerap aspirasi.
