12 Poin Catatan DPR untuk Pemerintah: Ledakan di Garut hingga Keracunan MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat paripurna DPR RI, Selasa (27/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rapat paripurna DPR RI, Selasa (27/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti permasalahan yang dihadapi masyarakat saat berpidato dalam sidang paripurna penutupan masa sidang ke-III 2024-2029, Selasa (27/5). Totalnya ada 12 poin yang menjadi catatan.

Mulai dari insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluarsa di Garut yang menewaskan prajurit TNI dan warga Sipil, maraknya kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) hingga PHK.

“Sidang Dewan yang terhormat, DPR RI melalui alat kelengkapan dewan telah melaksanakan fungsi pengawasan melalui berbagai rapat yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh rakyat,” kata Puan dalam paripurna di gedung DPR RI.

Berikut adalah 12 poin tersebut:

  1. Insiden pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut

  2. Percepatan pengangkatan P3K tahun 2025

  3. Lonjakan kasus pemutusan hubungan kerja atau PHK termasuk di industri media dan televisi

  4. Berbagai kebijakan untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan nasional

  5. Pemberlakuan tarif resiprokal AS terhadap kinerja ekonomi nasional

  6. Pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah

  7. Pembenahan tata kelola sektor migas dan hilirisasi berbagai komoditas pertambangan

  8. Rencana pengadaan vaksin TBC M72

  9. Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang kasus keracunan pangan di 10 provinsi

  10. Rencana pencabutan moratorium pengiriman pekerja migran ke Timur Tengah

  11. Dampak media sosial terhadap perilaku anak

  12. Penegakan hukum dan rehabilitasi terhadap perkara narkoba.

Puan pun meminta pemerintah merespons cepat hasil pengawasan DPR dalam masa sidang ini.

“Pemerintah harus dapat merespons dengan efektif setiap permasalahan yang dihadapi rakyat sehingga rakyat merasakan kehadiran negara dalam kehidupannya,” katanya.

Setelah menutup pidatonya, DPR RI pun resmi memasuki masa reses sampai 23 Juni 2024 mendatang. Di masa ini seluruh anggora dewan kembali ke daerah pemilihannya masing-masing untuk menyerap aspirasi.