120 Ribu Orang Turun ke Jalan Ibu Kota Belgia, Dukung Palestina

Ratusan ribu orang turun ke jalan di ibu kota Belgia, Brussels, pada Minggu (7/9). Mereka menyampaikan dukungan atas Palestina.
Menurut polisi, jumlah massa mencapai 70 ribu orang. Keterangan kepolisian berbeda dengan penyelenggara aksi. Mereka menyatakan sebanyak 120 ribu orang hadir dalam aksi bela Palestina.
Massa yang hadir memakai baju merah dan membawa spanduk merah. Itu merupakan simbol untuk meminta tindakan lebih keras terhadap Israel demi melindungi penduduk sipil di Gaza.
“Orang-orang bermimpi runtuhnya Tembok Berlin,” kata salah seorang demonstran, Ismet Gumusboga, seperti dikutip dari AFP.
“Saya, saya bermimpi negara Palestina bagi rakyat Palestina, di mana mereka bisa hidup seperti orang-orang lainnya,” sambung dia.
Tembok Berlin, simbol utama Perang Dingin yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat, didirikan pada 13 Agustus 1961 dan runtuh pada 9 November 1989.
Juru bicara asosiasi Belgia-Palestina, Gregory Mauze, menyayangkan masih minimnya tindakan demi mencegah berlanjutnya genosida di Gaza.
“Dalam menghadapi genosida yang sedang berlangsung, tindakan yang diambil belum memadai,” ucap Mauze.
Sehari sebelum aksi besar ini Menlu Belgia, Maxime Prevot, mengkritik kredibilitas Uni Eropa. Ia menyebut blok itu nyaris kolaps lantaran tak bisa bertindak terhadap serangan Israel di Gaza.
Belgia pun pada pertengahan bulan ini akan mengakui Palestina di muka peserta Sidang Majelis Umum PBB. Negara ini juga berencana menjatuhkan sanksi terhadap Israel.
Selain Belgia, negara-negara blok Barat yang akan mengakui Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB bulan ini adalah Prancis, Inggris, Kanada, Australia, Portugal, dan Malta. Rencana pengakuan ini membuat Israel naik pitam.
