Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
ADVERTISEMENT
Gelombang aksi di beberapa kawasan di Papua dan Papua Barat mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Polri pun kini memperkuat personilnya menjadi 12 SSK (Satuan Setingkat Kompi) yang berjumlah 1.200 personel.
ADVERTISEMENT
Mereka diterjunkan di beberapa wilayah, seperti Fakfak, Manokwari, hingga Sorong. Tugas prioritas para aparat tersebut yakni memulihkan stabilitas dan kondusifitas kawasan setempat yang lumpuh akibat aksi massa.
“Sekali lagi, prioritas kita dari aparat keamanan, baik TNI dan Polri, adalah memulihkan situasi di sana. Kemudian kita juga dalam rangka upaya pencegahan supaya tidak terjadi kembali,” kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/8).
Meski begitu, polisi tetap menyelidiki gelombang aksi massa yang menyebabkan kerusakan di beberapa titik tersebut. Terlebih, muncul kabar bahwa aksi itu ditunggangi oleh suatu kelompok tertentu, termasuk munculnya pengibaran bendera Bintang Kejora.
“Itu juga masih dalam penyelidikan kita. Sekali lagi, upaya prioritas kita adalah memulihkan rasa keamanan di sana,” kata Asep.
ADVERTISEMENT
Dalam proses pemulihan stabilitas, polisi dan TNI mengajak Forkopimda untuk duduk bersama bermusyawarah. Tak lupa, tokoh adat, agama, dan masyarakat pun dilibatkan dalam pertemuan guna meredakan situasi.
“Tentunya sebagai informal leader, beliau-beliau ini diharapkan menjadi perekat antara masyarakat dan memberikan pemahaman supaya hal ini tidak terjadi kembali,” kata Asep.