127 Pelajar di Purworejo Alami Mual-Muntah Usai Santap MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Images/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Images/kumparan

Sebanyak 127 pelajar di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo mengalami gejala mual hingga muntah usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Bahkan 23 anak harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan.

Para pelajar itu berasal dari SD Negeri Purwodadi, SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 (Keduren). Sebagian besar mengalami gejala yang sama seperti pusing, mual dan diare.

Pj Sekda Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin membenarkan informasi ini. Total ada 127 pelajar yang keracunan, 23 rawat inap dan sisanya rawat jalan

"Total 127 anak. 104 rawat jalan dan 23 rawat inap," ujar Tolkha, Jumat (3/10).

Ia menyebut, 23 anak itu menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

"2 anak di Puskesmas Bubutan, 8 Puskesmas Bragolan, 1 Puskesmas Ngombol, 5 anak di RSUD Tjitro. Kemudian 6 anak RSUD Tjokro dan 1 anak RS Panti Waluyo," jelas dia.

Salah satu pelajar dari SMA N 3 Keduren, Febriyanti Caesahrani mengaku merasa mual dan pusing usai menyantap menu MBG berupa menu ayam, sayur buncis, wortel, tempe, tahu dan susu hari ini. Menu itu dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, Kecamatan Purwodadi.

"Ayamnya dimasak seperti semur tapi nggak manis, warnanya pucat, seperti bukan semur. Saya juga barter sama milik teman juga sama. Saya makan tiga porsi, sampai habis. Setelah makan mual," aku Febriani.

Tak hanya dirinya, teman-temannya juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada dua rekannya yang harus dirujuk RSUD dr Tjitrowardojo karena kondisinya yang parah.

Setelah mendapat perawatan di Puskesmas, Febri mengaku merasa kondisinya lebih baik. Katanya, suasana sekolahnya tadi pagi pun menjadi panik karena ada kejadian ini.

"Ada empat yang dibawa ke sini, dua teman saya dirujuk ke RSUD dr Tjitrowardojo karena parah. Kalau dapat MBG mau saya bawa pulang atau saya kasihkan teman saja," imbuh pelajar kelas 12 itu.

Korban lainnya, pelajar SMPN 8 Atabita Langit mengaku merasakan mual setelah menyantap MBG berupa kentang rebus sebagai pengganti nasi, telur, wortel dan bumbu kacang pada Kamis (2/10) kemarin.

"Waktu saya makan, kentang dan telur rebusnya saya telan rasanya kecut (asam). Setelah pulang sekolah, mual, muntah, badan panas, perut melilit sakit," kata Atabita.