13 Kasus Positif Corona di RI Imported Case, Mengapa Tak Terdeteksi Bandara?

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menggunakan thermal scanner memeriksa suhu tubuh penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (2/3).  Foto: Dok. Angkasa Pura II
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menggunakan thermal scanner memeriksa suhu tubuh penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (2/3). Foto: Dok. Angkasa Pura II

Pemerintah mengumumkan 8 kasus baru positif virus corona atau COVID-19 di Indonesia. Dengan begitu, total ada 27 kasus positif corona di Indonesia.

Dari total 27 kasus tersebut, sebanyak 12 di antaranya adalah imported case atau kasus yang berasal dari luar negeri. Mengapa mereka bisa lolos dari pemeriksaan di bandara?

Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, menjelaskan ada dua kemungkinan pasien positif imported case tidak terlacak suhu panasnya di thermal scanner bandara.

Pertama, karena masih dalam masa inkubasi, yaitu sudah terinfeksi namun belum muncul gejala corona. Kedua, sudah muncul gejala, namun tak nampak karena pengaruh obat.

"Apakah murni dalam masa inkubasi artinya belum (muncul gejala)? Atau sebenarnya sudah muncul gejala yang ringan tetapi dalam pengaruh obat," kata Yuri dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).

kumparan post embed

"Misalnya dia merasa flu, beli obat flu pasti ada obat penurun panasnya dalam obat flu ini. Pasti panasnya akan turun sehingga tidak terdeteksi juga oleh ini," jelasnya.

Karena thermal scanner tak menjamin positif corona terbaca suhunya, maka pemerintah menerapkan health alert card. Yaitu kartu yang berisi riwayat perjalanan dari negara sebelumnya.

Manakala dia sakit usai tiba di Indonesia, maka wajib menunjukkan kartu tersebut ke puskesmas atau rumah sakit agar petugas medis mengetahui.

kumparan post embed

"Kita tetap menggunakan health alert card dan ini yang kemudian sangat berfungsi karena dia menyadari betul dari daerah yang berisiko kemudian datang ke tanah air, kemudian merasakan sakit. Maka dia dengan membawa kartunya ini datang ke rumah sakit dan kita lakukan tracing," pungkasnya.

Berikut adalah rincian 12 kasus positif corona yang merupakan imported case:

  1. Kasus 06, laki-laki, 36 tahun. ABK Diamond Princess.

  2. Kasus 07, perempuan, 59 tahun. Kondisinya sakit ringan sedang stabil. Baru kembali dari luar negeri.

  3. Kasus 09, perempuan 55 tahun. Kondisi sakit ringan sedang tanpa penyakit sebelumnya. Imported case, datang dari luar negeri.

  4. Kasus 14, laki-laki, 50 tahun. Sakit ringan sedang, imported case.

  5. Kasus 15, perempuan, 43 tahun.

  6. Kasus 17, laki-laki, 56 tahun.

  7. Kasus 18, laki-laki, 55 tahun.

  8. Kasus 19, laki-laki, 40 tahun.

  9. Kasus 22, perempuan 36 tahun.

  10. Kasus 23, perempuan 73 tahun. Kondisinya sedang menggunakan ventilator karena faktor penyakit lain.

  11. Kasus 24, laki-laki 46 tahun.

  12. Kasus 25, perempuan 25 tahun WNA.

  13. Kasus 26, laki-laki 46 tahun, WNA.