14 Orang Tewas dalam Demo di Nepal, Polisi Berlakukan Jam Malam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang demonstran mengibarkan bendera sambil berdiri di atas kendaraan saat protes menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang demonstran mengibarkan bendera sambil berdiri di atas kendaraan saat protes menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi menentang pemblokiran media sosial dan tuntutan pemberantasan korupsi di Nepal.

Dikutip dari Reuters, Senin (8/9), polisi Nepal menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan demonstran mencoba masuk ke gedung parlemen. Polisi pun memberlakukan jam malam di sekitar gedung parlemen karena demonstran mencoba memasuki gedung tersebut dengan menerobos barikade polisi.

Nepal memblokir akses sejumlah platform media sosial minggu lalu. Langkah ini diambil setelah platform media sosial itu gagal mendaftar ke pihak berwenang dalam upaya penindakan penyalahgunaan.

Pemerintah mengatakan, pengguna media sosial dengan ID palsu menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks, serta melakukan penipuan dan tindakan pidana lainnya di sejumlah platform.

Demonstrasi menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Seorang saksi mata mengungkapkan sejumlah demonstran terluka dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Sekelompok demonstran terlihat menghentikan kendaraan keamanan yang menuju parlemen dan terlihat sebuah ambulans dibakar.

Juru bicara parlemen Nepal, Ekram Giri, mengatakan sejumlah demonstran memasuki gedung parlemen tapi tidak sampai ke gedung utama. Mereka telah diusir oleh polisi dan berkumpul di jalanan di luar gedung parlemen.

"Kami telah memberlakukan jam malam yang akan tetap berlaku hingga pukul 22.00 waktu setempat untuk mengendalikan situasi setelah demonstran mulai ricuh," kata juru bicara kantor distrik Kathmandu, Muktiram Rijal.

Rijal juga mengatakan polisi diperintahkan menggunakan water canon, pentungan, dan peluru karet untuk mengendalikan demonstran.

Polisi menjaga pintu masuk Parlemen saat protes menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Demonstran yang didominasi pemuda, termasuk siswa yang masih mengenakan seragam sekolah, dihentikan oleh polisi saat menuju gedung parlemen. Mereka membawa bendera negara dan plakat dengan tulisan seperti "Berantas korupsi, bukan tutup media sosial", "Batalkan pemblokiran media sosial", dan "Pemuda lawan korupsi".

Sebagian besar warga di Nepal menilai korupsi merajalela di sana, dan pemerintahan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dikritik oleh lawannya karena dinilai gagal memenuhi janji-janjinya.

Kritikus menyebut langkah pemerintah memblokir media sosial berisiko mengekang kebebasan berpendapat. Sementara regulator menilai diperlukan kontrol yang lebih ketat untuk melindungi pengguna dan menjaga ketertiban sosial.