140 Personel Polri Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo memberikan materi kepada anggota Satuan Tugas FPU 7. Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo memberikan materi kepada anggota Satuan Tugas FPU 7. Foto: Polri

140 Personel Polri akan berangkat ke Bangui, Afrika Tengah. Mereka menjalankan misi perdamaian di bawah bendera PBB.

Personel polisi ini tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca. Satgas ini dijadwalkan akan berangkat ke Kota Bangui, Republik Afrika Tengah, pada 10 Oktober 2025.

Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, menjelaskan bahwa total 140 personel dari pangkat Bharatu hingga AKBP ini akan bertugas selama satu tahun penuh, yakni dari 10 Oktober 2025 hingga 10 Oktober 2026.

Sementara sebagian besar tim akan ditempatkan di Bangui dan Tim SWAT Satgas FPU 7 akan ditempatkan ke daerah Bosangua, sekitar 300 km dari ibu kota, dipimpin Kasatgas AKBP Norhayat, SIK lulusan Akpol 2003.

Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo memberikan materi kepada anggota Satuan Tugas FPU 7. Foto: Polri
Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo memberikan materi kepada anggota Satuan Tugas FPU 7. Foto: Polri
Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo memberikan materi kepada anggota Satuan Tugas FPU 7. Foto: Polri

"Total 140 Polisi yang tergabung dalam FPU 7 Minusca dengan pangkat Bharatu sampai AKBP, Satgas bertugas 1 tahun mulai 10 oktober 2025-10 oktober 2026 di Bangui, Republik Afrika Tengah," terang Brigjen Langgeng, Kamis (2/10).

Brigjen Langgeng memaparkan bahwa mandat tugas Formed Police Unit sangat krusial, mengingat konflik internal di Afrika Tengah yang memerlukan intervensi PBB.

Tugas utama Satgas ini meliputi perlindungan warga sipil (protection of civilian), menjaga staf dan aset PBB serta mengasistensi kepolisian lokal dalam penegakan hukum, meskipun Satgas tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penegakan hukum secara independen.

Selain itu, salah satu tugas penting yang menanti di akhir tahun adalah pengamanan Pemilihan Presiden Republik Afrika Tengah di akhir tahun 2025.

Dalam sesi pembekalan yang berlangsung di Pusat Misi Internasional Polri di Serpong, Banten, Langgeng menekankan pentingnya internalisasi karakter yang bersumber dari Jati Diri Bangsa Indonesia bagi seluruh personel Satgas.

Ia menegaskan, karakter yang baik akan membawa kebaikan dan dampak positif di mana pun berada, sebaliknya karakter yang buruk hanya akan merusak segalanya.

Ia juga menyoroti bahwa cinta tanah air adalah fondasi persatuan bangsa yang berkaitan erat dengan aspek spiritual, menjadikannya sebagai bagian dari iman, dan berfungsi sebagai modal Indonesia untuk menjadi contoh perdamaian bagi dunia.

Lebih lanjut, Brigjen Langgeng menyampaikan bahwa landasan etis dalam menjalankan tugas dan penyelenggaraan negara adalah Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan.

Jati diri bangsa Indonesia ini, yang bersumber dari akar sosial budaya, nilai agama dan konsensus dasar bangsa, harus menjadi pegangan. Keimanan harus terwujud dalam sikap hormat kepada sesama manusia, sementara kemanusiaan perlu berakar pada iman agar tidak mudah terseret godaan dunia.

"Solusi pemecahan masalah bangsa adalah melalui Rekonstruksi Nasionalisme, yakni mengembalikan makna yang sebenarnya dari mencintai tanah air Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengalami gagal paham, gagal fokus atau gagal nalar mengenai NKRI," beber Langgeng.

Personel FPU 7 diharapkan dapat membawa nilai-nilai luhur ini dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian di kancah internasional.