148 Kecelakaan Terjadi di H-6 Lebaran: 10 Tewas, 220 Orang Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Fatah Afrial/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Fatah Afrial/kumparan

Polri mencatat 148 kecelakaan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada H-6 Lebaran atau Selasa (25/3). Akibatnya, ada 10 korban tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka.

"Data kecelakaan lalu lintas pada hari Selasa, 25 Maret 2025, sebanyak 148 kejadian dengan rincian orang meninggal dunia 10 orang, luka berat 19 orang, dan luka ringan 201 orang," kata Kasubsatgas Penmas Operasi Ketupat 2025, Kombes Pol Erdi Chaniago, dalam keterangannya, Rabu (26/3).

Selain korban jiwa dan luka, Erdi menambahkan, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materil senilai Rp 197,3 juta.

Karenanya, Erdi mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 agar memastikan kondisi fisik sehat, serta periksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan, jaga jarak aman juga berkonsentrasi," ungkapnya.

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Di sisi lain, Erdi mengungkapkan, pada Selasa kemarin sekitar 160 ribu kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek ke arah Trans Jawa maupun Pelabuhan Merak.

Berikut rinciannya:

• Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Tol Trans Jawa) sebanyak 52.561 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Jakarta) sebanyak 26.242 kendaraan.

• Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Tol Cikupa (arah Merak) sebanyak 46.542 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Tol Cikupa (arah Jakarta) sebanyak 45.302 kendaraan.

• Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Ciawi (arah Bogor) sebanyak 31.722 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Ciawi sebanyak 30.890 kendaraan.

• Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Kalihurip Utama (arah Bandung) sebanyak 29.196 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 26.077 kendaraan.