15 Anggota TNI yang Keroyok 4 Orang di Jakpus Ditahan di Pomdam Jaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Pomdam Jaya menetapkan 15 orang anggota TNI yang terlibat pengeroyokan 4 pria di depan Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (28/3) dini hari, sebagai tersangka.

"[Total menjadi] 15 orang. [Sudah] Tersangka. Kan sudah ditahan, surat penahanan sudah keluar. Berarti sudah dijadikan hampir jadi tersangka," ujar Danpomdam Jaya Brigjen TNI CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar saat dihubungi kumparan, Sabtu (30/3).

Untuk pasal yang dipersangkakan, Irsyad mengatakan masih menunggu. Sebab saat ini masih berlangsung proses pengelompokan guna menentukan dari 15 anggota TNI itu, mana-mana saja yang masuk ke dalam kategori provokator, penganiaya ringan, dan penganiaya berat.

Meski demikian, Irsyad memastikan mereka semua kini sudah ditahan di Pomdam Jaya Jayakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Sudah di Pomdam. Sudah ditahan di Pomdam," sebut Irsyad.

Dia mengatakan secepatnya di minggu depan, Pomdam Jaya akan melakukan konferensi pers atas peristiwa yang melibatkan 15 orang anggota TNI AD itu.

"Nanti-nanti, pasti nanti ada. Minggu depan," tutupnya.

Latar Belakang Kasus

Sejumlah anggota TNI terlibat aksi pengeroyokan terhadap empat warga tepat di depan Markas Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (28/4) dini hari. Keempat korban tersebut adalah Abdullah (26), Mamih (42), Hasan (32), dan Syefri Wahyudi (26).

"Di jalan raya depan Polres Jakpus tergeletak 4 orang dalam kondisi terluka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Kamis (28/3).

Susatyo menjelaskan, peristiwa itu dipicu adanya aksi pengeroyokan yang lebih dulu dialami seorang prajurit TNI bernama Prada Lukman di Pasar Cikini, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya pada Rabu (27/3) dini hari.

Adapun penyebab Prada Lukman dikeroyok lantaran salah satu pedagang di Pasar Cikini, yang juga memiliki anak anggota TNI, terlibat perselisihan dengan seseorang bernama Odi Rohadi.

Atas pengeroyokan yang dialami Prada Lukman, sejumlah prajurit TNI lantas mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat untuk memastikan ketiga tersangka pengeroyokan diproses dengan benar.

Rupanya, banyak prajurit TNI yang datang semakin banyak. Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat meminta bantuan Garnisun untuk bisa memberikan pengertian kepada mereka.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ada empat orang yang tiba-tiba diletakkan dalam kondisi terluka di depan Mapolres Jakarta Pusat. Namun belum dijelaskan rinci bagaimana proses pengeroyokan itu bisa terjadi. Termasuk siapa saja para korban itu.

"Pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 2024 sekitar pukul 01.00 WIB, tiba-tiba di jalan raya depan Polres Jakarta Pusat itu tergeletak empat orang dalam kondisi terluka, dengan sejumlah orang yang melakukan penganiayaan di depan jalan raya depan Polres Jakpus," ungkap Susatyo.

Sementara itu, Danpomdam Jaya, Brigjen TNI CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, menyebut belasan prajurit yang diamankan karena diduga terlibat pengeroyokan terhadap 4 warga sipil itu.

"Hukum seberat-beratnya pasal penganiayaan, mungkin akan berpotensi dipecat," tuturnya.