15 Golongan Masyarakat yang Gratis Naik Transum, Upaya Kurangi Macet Jakarta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat mengantre untuk naik LRT Jakarta. Foto: Joko SL/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat mengantre untuk naik LRT Jakarta. Foto: Joko SL/Shutterstock

Salah satu cara efektif mengurangi macet ibu kota adalah mendorong masyarakat terbiasa naik transportasi umum (transum). Hal inilah yang mendorong Pemprov DKI Jakarta menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi seluruh warga.

Tak berhenti di situ, Pemprov DKI juga memberikan subsidi kepada 15 golongan masyarakat untuk mendorong kebiasaan naik transum. Mereka digratiskan naik Transjakarta, LRT Jakarta, hingga MRT Jakarta.

Adapun 15 golongan masyarakat itu adalah:

1. PNS Pemprov DKI Jakarta dan pensiunan PNS

2. Tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta

3. Siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus

4. Karyawan bergaji UMP melalui Bank DKI

5. Penghuni Rusunawa

6. Tim Penggerak PKK

7. Penduduk ber-KTP Kepulauan Seribu

8. Penerima Raskin domisili Jabodetabek

9. Anggota TNI dan Polri

10. Veteran RI

11. Penyandang disabilitas

12. Lansia di atas 60 tahun

13. Pengurus rumah ibadah

14. Pendidik PAUD

15. Juru Pemantau Jentik atau Jumantik

Sebelum menikmati layanan ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Usai mendaftar, akan ada proses verifikasi, validasi data, produksi dan distribusi kartu, hingga aktivasi kartu dalam bentuk fisik maupun digital.

Sejumlah warga bersiap menaiki kereta moda raya terpadu (MRT) di Stasiun Blok M, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Terobosan Pemprov DKI ini disambut positif warga Jakarta. Rahmat, salah satunya. "Saya pribadi sangat mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang memberikan kartu gratis untuk transportasi umum ini. Dengan adanya layanan ini, yang biasanya saya bayar, sekarang gratis," tuturnya.

Rute Transum Diperluas dengan Transjabodetabek

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk menciptakan sistem transportasi publik yang efektif, efisien, inklusif dan ramah lingkungan, terutama melalui inovasi dan pengembangan infrastruktur.

Transjabodetabek hadir untuk mendorong masyarakat dari wilayah penyangga Jakarta turut beralih ke transportasi publik dan memudahkan akses untuk menjangkau Jakarta.

Para pegawai Pemprov DKI Jakarta mengadakan rapat terkait transportasi umum. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait di luar Jakarta dalam memberlakukan operasional Transjabodetabek di sejumlah rute. Diharapkan, dengan hadirnya layanan ini, dapat memudahkan mobilisasi warga Jabodetabek dan beralih ke transportasi publik saat memasuki wilayah Jakarta," ujar Syafrin.

Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 10 rute yang melayani wilayah penyangga Jakarta, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bogor. Layanan ini meliputi BRT, angkutan umum terintegrasi, dan Transjabodetabek.

"Transjabodetabek saat ini melayani rute Alam Sutera-Blok M, Cawang-Vida Bekasi, Blok M-PIK 2, Lebak Bulus-Sawangan, Blok M-KotaBogor, Bekasi-Dukuh Atas, dan Blok M-Ancol," pungkas Syafrin.