16 Ribu Orang Daftar Umrah, Slot 10 Hari Ludes dalam Beberapa Jam

Baru beberapa jam aplikasi pendaftaran umrah I’tamarna diluncurkan di AppStore pada Minggu (27/9), langsung ribuan orang mendaftar.
Saat ini 16 ribu pendaftar telah mengantongi izin umrah di Masjidil Haram, Makkah. Mereka akan mengisi slot umrah untuk 10 hari.
“Pendaftaran jemaah umrah untuk 10 hari pertama telah selesai,” ungkap pemerintah Makkah di Twitter seperti dikutip dari Arab News, Selasa (29/9).
Aplikasi I’tamarna dikembangkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang tersambung dengan aplikasi Tawakkal milik Kemenkes Saudi.
Di aplikasi I’tamarna, pengguna bisa melihat tanggal umrah yang tersedia dan mendaftarkan diri. Syarat utama pendaftaran adalah berusia 18-65 tahun dan bebas corona.
Protokol Umrah
Pendaftaran umrah pada tahap I ini hanya untuk masyarakat lokal dan ekspatriat yang menetap di Arab Saudi (mukimin). Umrah akan dilaksanakan mulai 4 Oktober setelah 7 bulan disetop akibat pandemi corona. Pendaftaran umrah ini tanpa dipungut biaya alias gratis.
Pada tahap I, setiap hari sebanyak 6.000 jemaah akan diizinkan melakukan umrah. Mereka akan terbagi dalam 12 kelompok yang masing-masing terdiri dari 500 jemaah.
Mereka akan didampingi oleh petugas umrah dan kesehatan. Satu kelompok memiliki waktu 3 jam untuk umrah sesuai slot waktu yang diberikan.
Mereka akan berangkat di titik kumpul yang telah ditentukan, lalu dibawa ke Masjidil Haram dengan alat transportasi yang disediakan. Demikian juga saat selesai melaksanakan umrah.
Masjidil Haram di Makkah juga akan disterilkan 10 kali dalam sehari selama umrah. Sterilisasi dilakukan sebelum jemaah umrah masuk dan setelah jemaah keluar setiap kelompok.
Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah dalam kemasan botol. Tabung cooler air zamzam yang biasa tersedia di berbagai spot di Masjidil Haram, ditiadakan.
Jemaah juga dilarang mendekati Ka'bah dan Hajar Aswad. Tawaf (mengelilingi Ka'bah) dilakukan di luar pagar penghalang sementara (barrier) yang dipasang di sekitar Ka’bah.
Tim medis khusus akan tersedia untuk melayani para jemaah. Ada area yang dikhususkan untuk isolasi medis jika ada dugaan kasus virus corona di antara jemaah.
Tim Khusus untuk Melayani Jemaah
Sementara itu, Syeikh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci, telah mengarahkan pembentukan tim eksekutif lapangan untuk melayani para jemaah.
Tim tersebut terdiri dari pejabat dari semua instansi di bawah kepresidenan yang mewakili sektor teknik, ilmiah, dan jasa.
Dia menggarisbawahi perlunya menerapkan rencana dan program untuk menawarkan layanan terbaik bagi para jemaah dengan cara memastikan keselamatan dan kesehatan mereka, sambil mengambil semua tindakan pencegahan dan protokol pencegahan untuk membendung penyebaran virus corona.
