165 Pedagang Musiman Padati Trotoar di Pasar Tanah Abang

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lapak Musiman Bedug Mini Tanah Abang (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapak Musiman Bedug Mini Tanah Abang (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)

Bulan Ramadhan dimanfaatkan banyak pedagang musiman di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menjual berbagai macam jenis kebutuhan jelang lebaran. Tidak sedikit juga pedagang yang akhirnya menggunakan trotoar untuk menjajakan barang dagangannya, yang kemudian mengganggu pejalan kaki.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta, Irwandi, menuturkan para pedagang musiman yang berjualan di trotoar sudah ditertibkan oleh Satpol PP. Namun, mereka nakal dan tetap kembali berjualan.

"Kita sudah minta Satpol PP tertibkan, pagi udah tertib, siang balik lagi," kata Irwandi di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

Para penjual angpao karakter di Tanah Abang (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Para penjual angpao karakter di Tanah Abang (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Irwandi menjelaskan, saat ini setidaknya terdapat 165 pedagang musiman yang berjualan di trotoar Pasar Tanah Abang. Namun ia yakin setelah lebaran para PKL itu tak akan berjualan sembarangan lagi.

"Itu pedagang musimannya banyak. Jadi yang 165 pedagang sekarang saya cek di trotoar itu pedagang musiman. Nanti habis lebaran juga hilang," jelas dia.

Kebanyakan PKL yang berjualan di trotoar Pasar Tanah Abang berasal dari berbagai penjuru Jakarta, mulai dari yang biasa berjualan di Banjir Kanal Timur (BKT) hingga Kota Tua.

Pemprov DKI Jakarta juga dalam penataan kawasan Tanah Abang tahap pertama telah menyediakan setidaknya 400 tenda yang dapat dimanfaatkan oleh PKL. Irwandi menyebut sejak adanya tenda-tenda tersebut jadi memudahkan pembeli karena sudah tahu pedagang yang ditujunya.

"Pembeli itu merasa nyaman dengan adanya tendanisasi ini. Pedagangnya bisa dicari kalau ada apa-apa. Kalau kemarin kan enggak, sekarang tenda nomor berapa ditandain," tutup dia.