17 Daerah Bergerak dari Zona Oranye ke Zona Merah Corona, Termasuk Kota Bogor

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jubir pemerintah soal penanganan corona Prof Wiku Adisasmito kembali mengumumkan update terkait zona corona. Salah satunya soal pergerakan 17 daerah dari zona oranye ke zona merah.

"Kami sampaikan tentang kab/kota yang berubah risikonya dari sedang menjadi tinggi, ada 17. Kami bacakan yaitu Padang, Kota Sibolga, Muara Enim, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Selasa (27/8).

Selain itu juga ada Kota Bogor, Kendal, Kudus, Pasuruan, Tuban. Di Kalimantan ada Barito Selatan, Barito Utara, Tapin, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tanah Laut, dan Kota Bontang.

"Kami mohon perhatian 17 kab/kota ini untuk segera dapat tingkatkan penanganan kasus, penyelidikan epidemiologi dan testing agar bisa turun lagi jadi sedang atau rendah," tutur dia.

Update peta zonasi risiko corona di Indonesia. Foto: Satgas COVID-19

Wiku juga menyoroti 10 kab/kota yang tidak bergerak dari zona merah corona selama 4 minggu. Ini harus menjadi perhatian dari Pemda setempat.

"Kemudian 10 kab/kota zona merah tanpa perubahan selama 4 minggu. Perlu diperhatikan bersama karena tak ada perubahan tetap zona merah," tutur dia.

Mereka adalah: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Gorontalo, Hulu Sungai Tengah, Medan, Deli Serdang, Sidoarjo, Balikpapan, dan Ambon.