170 Orang Tewas saat Banjir Besar di Jerman dan Belgia, Ratusan Lainnya Hilang
·waktu baca 1 menit

Korban tewas imbas banjir besar yang melanda Jerman bagian barat dan Belgia pada Kamis (15/7) terus meningkat.
Dikutip dari Reuters pada Sabtu (17/7) waktu setempat, korban tewas sudah mencapai 170 jiwa. Secara rinci, 143 orang tewas di Jerman dan 27 orang di Belgia.
Polisi Jerman menyatakan, korban tewas paling banyak berada di distrik Ahrweiler selatan Cologne yakni 98 jiwa.
Di Jerman, ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang atau tidak dapat dijangkau. Sebab beberapa daerah tidak dapat diakses karena tingginya air dan komunikasi yang terputus.
Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengunjungi Erftstadt di negara bagian North Rhine-Westphalia, di mana bencana itu menewaskan sedikitnya 45 orang.
"Kami berduka dengan mereka yang kehilangan teman, kolega, anggota keluarga," kata Steinmeier.
Steinmeier mengatakan perbaikan pascabanjir bisa memakan waktu berminggu-minggu dan menelan anggara beberapa miliar euro.
Masih di Jerman, sekitar 700 warga dievakuasi pada Jumat malam setelah sebuah bendungan jebol di Kota Wassenberg, dekat Cologne.
Namun Wali Kota Wassenberg, Marcel Maurer, mengatakan ketinggian air telah stabil sejak malam. Adapun Kanselir Jerman, Angela Merkel, menurut rencana akan mengunjungi salah satu daerah yang terdampak parah, Rhineland Palatinate, pada Minggu (18/7) waktu setempat.
Sedangkan di Belgia, Pusat Krisis Nasional menyatakan masih terdapat 103 orang yang hilang.
