18 Orang Terluka dalam Insiden Ledakan Dekat Hotel Macron di Suriah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri pernyataan pers bersama dengan Presiden Indonesia di Istana Kepresidenan Elysee di Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). Foto: Ludovic Marin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri pernyataan pers bersama dengan Presiden Indonesia di Istana Kepresidenan Elysee di Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). Foto: Ludovic Marin/AFP

Sebanyak 18 orang terluka dalam insiden dua ledakan di pusat Kota Damaskus, Suriah, pada Selasa (7/7) waktu setempat. Ledakan terjadi di dekat Hotel Four Seasons, tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron menginap.

Dilansir AFP, 18 orang yang terluka akibat ledakan ini, empat di antaranya adalah petugas kepolisian.

Macron mengatakan tetap melanjutkan kunjungannya dan bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

"Tidak ada yang dapat memadamkan aspirasi warga Suriah, baik perempuan maupun laki-laki, untuk hidup di sebuah Suriah yang sepenuhnya berdaulat, aman, pluralis, dan bersatu," kata Macron melalui akun X-nya.

"Pagi ini saya bertemu dengan Suriah dalam segala keberagamannya. Saya melihat martabat, keberanian, dan tekad. Kunjungan saya berlanjut," tegasnya.

Sebelumnya, kepulan asap terlihat membubung dari lokasi, sementara aparat keamanan menutup sejumlah ruas jalan dan memperketat pengamanan di sekitar area.

"Ledakan berasal dari dua alat peledak yang meledak di kawasan hotel," ujar seorang sumber keamanan Suriah kepada AFP.

Lawatan Macron merupakan kunjungan pertama kepala negara dari negara anggota Uni Eropa ke Suriah sejak pemerintahan Bashar al-Assad digulingkan pada 2024.

Kunjungan ini menjadi simbol perubahan geopolitik Suriah di bawah kepemimpinan Ahmed al-Sharaa, yang kini berupaya mempererat hubungan dengan negara-negara Barat dan Timur Tengah setelah bertahun-tahun negara itu terisolasi akibat perang saudara.