Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.94.1
18 Polisi yang Diduga Peras WN Malaysia Jalani Sidang Etik, Dipantau Kompolnas
31 Desember 2024 10:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Sebanyak 18 polisi yang diduga melakukan aksi pemerasan saat acara konser musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal menjalani sidang etik di Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
"Iya benar (mulai hari ini)," kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, melalui pesan singkat, Selasa (31/12).
Truno menambahkan, pihaknya berkomitmen memberi tindakan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran. Adapun sidang etik bakal dipantau langsung oleh Kompolnas.
"Hari ini mulai di sidang etik, secara simultan serta berkesinambungan berproses sidang etik serta dipantau oleh Kompolnas," ucap dia.
Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim, menyebut sidang etik tak secara bersamaan dilakukan terhadap 18 oknum anggota polisi tapi satu persatu.
Hari ini ada 3 polisi yang disidang, namun tak disebutkan identitas mereka.
"Mekanisme sidang tidak borongan tapi satu terduga pelanggar dan seterusnya," ujar dia.
Sebelumnya, uang senilai Rp 2,5 miliar disita dari 18 oknum anggota polisi yang diduga melakukan pemerasan kepada WN Malaysia saat acara Djakarta Warehouse Project (DWP). Uang miliaran rupiah itu ditampung di dalam rekening yang sudah disiapkan.
Akibat kasus yang mencoreng citra pariwisata Indonesia ini, terjadi mutasi besar-besaran di Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polda Metro Jaya. Mutasi juga menimpa Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Kombes Donald P. Simanjuntak yang dipindah menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Binmas Baharkam Polri.
ADVERTISEMENT