190 Pohon Ditebang untuk Revitalisasi Sisi Selatan Monas

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung bermain sepeda di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (25/12).  Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung bermain sepeda di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (25/12). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Revitalisasi kawasan sisi selatan Monas, atau Jalan Medan Merdeka Selatan, akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Sebanyak 190 pohon terpaksa akan ditebang dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut.

Kepala Dinas Citata Provinsi DKI Jakarta Heru Hermawanto menjelaskan, revitalisasi kawasan sisi selatan Monas mulai dilaksanakan pada 2019 dan ditargetkan selesai 2021. Revitalisasi untuk optimalisasi fungsi kawasan dengan konsep ruang terbuka hijau (RTH) dan integrasi transportasi.

"Proses revitalisasi ini mulai dilaksanakan pada 2019, bersamaan dengan revitalisasi Masjid Istiqlal dan kawasan di sekitar Lapangan Banteng. Ketiga wilayah tersebut nantinya akan terhubung dengan jalur pejalan kaki yang lebar dan rapi," jelas Heru dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Senin (20/1).

Selain itu, revitalisasi sisi selatan Monas juga dikerjakan untuk mewujudkan RTH yang nantinya menampung kegiatan pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Selama ini kegiatan-kegiatan tersebut menggunakan Ruang Agung yang merupakan jalan mengelilingi Tugu Nasional.

Lapangan Parkir IRTI, Monas, Jakarta, Senin (17/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Monas, Muhamad Isa Sanuri, menerangkan kawasan sisi selatan Monas nantinya dibangun Lapangan Plaza sebagai wadah ekspresi warga di setiap sisi Monas. Selain itu, ada juga pembangunan kolam yang dapat merefleksikan bayangan Tugu Monas.

Saat ini, kata dia, proses revitalisasi mulai dilaksanakan di area Monas selatan seluas 34.841 meter per segi. Akibatnya, 190 pohon terpaksa ditebang.

“Dari 190 pohon di area Selatan, beberapa akan dilakukan pemindahan ke area Barat, Timur, serta area parkir kendaraan yang selama ini berada di kawasan Medan Merdeka, atau dikenal dengan eks parkir IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia),” terang Isa.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Anies Baswedan membatalkan rencana pembangunan parkir bawah tanah di sisi selatan Monas. Sebab kawasan Medan Merdeka ke depan harus berorientasi kepada pejalan kaki dan transportasi umum.

kumparan post embed