Klaster Kantor di DKI Naik, 300-an Orang Positif Corona Sudah Divaksin

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Imbauan Pemprov DKI Jakarta untuk waspada klaster perkantoran. Foto: Instagram/@dkijakarta
zoom-in-whitePerbesar
Imbauan Pemprov DKI Jakarta untuk waspada klaster perkantoran. Foto: Instagram/@dkijakarta

Kasus corona yang berasal dari klaster perkantoran di Jakarta tercatat meningkat hampir tiga kali lipat dalam sepekan. Dari semula ada 157 kasus positif COVID-19 pada 5-11 April 2021, tercatat ada 427 kasus pada 12-18 April 2021.

Menanggapi hal ini, Ahli Wabah UI Pandu Riono berpendapat kenaikan tersebut adalah dampak dari false security pasca berjalannya program vaksinasi corona di RI. Sebab ia mengungkap 300 lebih kasus positif COVID-19 dari klaster perkantoran itu nyatanya sudah divaksinasi.

"Ada sekitar 300 lebih kasus positif (dari klaster perkantoran) yang ternyata sudah divaksinasi. Ya sudah merasa divaksin, mereka punya false security, dianggapnya vaksin itu memberikan kekebalan sehingga tidak terinfeksi [COVID-19]. Padahal vaksin kan tidak untuk mencegah penularan, dia cegah untuk tidak sakit berat ya," kata Pandu kepada kumparan, Selasa (27/4).

Pandu merupakan epidemiolog yang kerap berkoordinasi dengan Dinkes DKI terkait penanganan corona. Jadi, ia banyak memiliki data-data terkait.

Sebagaimana diketahui, program vaksinasi tahap dua salah satunya menyasar pelayan publik. Pelayan publik tersebut tentu banyak yang merupakan pegawai kantor di DKI Jakarta.

Dampak dari false security, kata Pandu, sejumlah kantor kini mungkin melonggarkan kebijakan PPKM mikro yakni pembatasan kapasitas 50 persen di kantor usai para pegawainya divaksinasi. Sementara antar pegawai juga mulai tak disiplin prokes karena false security.

Suasana gedung perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

"Jadi mereka melakukan kegiatan di kantor, mungkin (karena) kebijakan kantor setelah divaksinasi mereka harus kerja di kantor. Sebagian orang yang kerja di rumah jadi kerja di kantor," tutur Pandu.

"Kalau di kantor temen-temennya sudah divaksinasi semua jadi abai. Jadi kantor padat, suasana kantor abai prokes (karena false security). Mungkin juga mereka melakukan kegiatan-kegiatan bersama teman-teman di luar kantor seperti buka puasa bersama," pungkas dia.

Klaster Perkantoran di Jakarta Naik Nyaris 3 Kali Lipat

Sebelumnya, data yang dibagikan Pemprov DKI Jakarta lewat akun instagramnya dan dikutip kumparan, Minggu (25/4), menunjukkan ada 425 kasus yang tersebar di 177 klaster kantor. Data tersebut dihimpun dari 12-18 April 2021.

Angka ini jauh meningkat dibanding pekan sebelumnya. Pada 5-11 April 2021, ada 157 kasus corona di 58 klaster kantor. Dengan jumlah ini, artinya kenaikan nyaris 3 kali lipat hanya dalam waktu satu minggu.

****

Saksikan video menarik di bawah ini: