2.208 Jemaah Haji Asal Jabar Ikut Tarwiyah, Mulai ke Mina Sore Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji naik Bus Shalawat. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji naik Bus Shalawat. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Meski tak difasilitasi oleh Kementerian Agama, jemaah haji yang ingin menunaikan tarwiyah atau bermalam di Mina sebelum ke Arafah, diikuti ribuan jemaah.

Di Sektor 5 daerah Misfalah, Makkah, yang merupakan daerah yang ditempati jemaah asal Jawa Barat, tercatat ada 2.208 orang yang daftar tarwiyah. Mereka bahkan ada yang berangkat sore ini, meski tarwiyah dijadwalkan besok malam.

"Menurut data yang kami terima, dari masing-masing ketua kloter dan pembimbing ibadah haji di kloter, ada 2.208 (berangkat tarwiyah) yang untuk di Misfalah," ucap Kepala Sektor 5, M. Ansor,i kepada wartawan di Makkah, Rabu (6/7).

"Dari 44 kloter itu, 32 kloter yang menyampaikan laporan bahwa ada jemaahnya yang melakukan tarwiyah. Dan insyaallah mereka akan kita berangkatkan sore hari ini," imbuhnya. (Di Saudi saat ini pukul 20.35 WAS, atau 20.35 WIB).

Kondisi tenda jemaah Haji Indonesia di Arafah, Selasa (5/7/2022). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Ansori menyebut tarwiyah diusahakan oleh masing-masing jemaah --biasanya dikoordinir oleh KBIH, dengan membayar biaya sendiri. Sebab, layanan untuk tarwiyah baik transportasi, akomodasi, dan transportasi tak difasilitasi Kemenag.

"Kami menerima informasi bahwa biaya untuk melaksanakan tarwiyah itu kisaran 250-300 riyal untuk masing-masing jemaah, untuk biaya angkutan dan konsumsi mereka selama ada di Mina," tuturnya.

"Dan itu ditanggung masing-masing jemaah yang dikoordinasi oleh ketua rombongan. Dan dikelola oleh maktabnya (perusahaan penyedia layanan)," imbuh Ansori.

Karena tarwiyah tidak difasilitasi Kemenag dengan alasan sulitnya menggerakkan seluruh jemaah Indonesia ke Mina, maka jemaah yang saat ini tarwiyah harus meneken surat bertanggung jawab atas diri masing-masing.

"Bahkan kalau itu lebih dari satu rombongan, itu pembimbing ibadah haji dari kloter tersebut harus ikut tanda tangan di atas materai dan dibuat melalui aplikasi," ucap Ansori.

"Dan kami di sektor 5 mengimbau peserta tarwiyah tetap tertib menjaga kesehatan dan menyampaikan bahwa itu tidak difasilitasi oleh kita, tapi oleh maktab. Kita membuka ruang untuk tarwiyah tapi kita tidak menganjurkan," pungkasnya.

Sementara itu, Kemenag melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan memberangkatkan jemaah ke Arafah pada Kamis (7/7) besok dalam 3 gelombang yaitu pagi, siang, sore. Jemaah akan bermalam sebelum melewati puncak haji.

Infografik Skenario Pergerakan Jemaah saat Puncak Haji 2022. Foto: kumparan