2.524 Bencana Landa Indonesia Sepanjang 2019, 429 Orang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers penanganan bencana di Gedung Serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur. Jumat (30/8). Foto: Farida Yulistiana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers penanganan bencana di Gedung Serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur. Jumat (30/8). Foto: Farida Yulistiana/kumparan

Sepanjang Januari hingga Agustus 2019, Indonesia dilanda ribuan bencana. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, menuturkan, akibat bencana tersebut, ratusan orang meninggal dunia, ribuan mengalami luka, dan jutaan orang lainnya terdampak.

Update kejadian bencana selama Januari hingga Agustus terjadi 2.524 bencana. Menyebabkan 429 orang meninggal, 1.649 orang luka, dan 3.464.347 mengungsi dan terdampak,” ujar Agus dalam konferensi terkait kebencanaan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (30/8).

Dari segi kerusakan, Agus merinci, lebih dari 37 ribu unit rumah rusak. Ditambah dengan kerusakan fasilitas umum hampir 1.500 unit.

“37.906 unit rumah rusak, 7.644 rusak berat, 6.575 rusak sedang, 23.687 rusak ringan. Dan 1.474 fasilitas umum rusak,” jelas Agus.

Konferensi pers penanganan bencana di Gedung Serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur. Jumat (30/8). Foto: Farida Yulistiana/kumparan

Agus menjelaskan, 98 persen dari bencana tersebut ialah bencana hidrometeorologi. Puting beliung menduduki posisi pertama yang paling sering terjadi, disusul banjir serta kebakaran hutan dan lahan.

“Keempat kekeringan, 98 persen bencana hidrometeorologi,” tuturnya.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan tahun 2018 dalam periode yang sama (Januari-Agustus), bencana di Indonesia turun sebesar 7 persen. Korban meninggal hingga dampak kerusakan turut mengalami penurunan.

“Kalau kita lihat perbandingan tahun kemarin, Januari hingga Agustus, kejadian bencana 2018 total 2.352, sementara 2019 naik 7,3 persen jadi 2.524. Meninggal dan hilang 760, tahun ini turun 43 persen, jadi 429,” jabarnya.

“Luka-luka tahun lalu 2.423, turun 32 persen jadi 1.640. Rumah rusak [tahun] 2018 yaitu 247.143 unit, tahun 2019 turun 84 persen jadi 37.906 rumah,” tuturnya.