2 Anak Diserang Monyet di Taman Lumumba Ngagel Tirto Wonokromo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua bocah perempuan berinisial N (4) dan Q (7) warga Bratang Surabaya mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya usai digigit oleh seekor monyet, Selasa (20/6/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dua bocah perempuan berinisial N (4) dan Q (7) warga Bratang Surabaya mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya usai digigit oleh seekor monyet, Selasa (20/6/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Dua anak perempuan diserang monyet saat melintas di kawasan Taman Lumumba Ngagel Tirto, Wonokromo, Surabaya pada Senin malam (19/6).

Dua anak itu berinisial N (4 tahun) dan Q (7), Mereka sedang dibonceng naik motor oleh ibu dan neneknya melintasi kawasan itu sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketika menunggu lampu merah, tiba-tiba ada seekor monyet melompat kemudian mencakar dan menggigit dua anak tersebut.

Ibu korban, Palupi Mayasari (39), mengatakan monyet tersebut keluar dari pohon pinggir jalan dengan tali di lehernya. Monyet itu menerkam anaknya hingga kakinya terluka.

"Lampu merah kita berhenti. Tiba-tiba monyet besar nyerang anak saya. Ditarik karena cepat sekali. Saya banting motor ke kanan. Supaya monyet enggak nyerang anak saya terus," ujar Palupi kepada wartawan, Selasa (20/6).

"Saya tarik anak saya yang kecil karena biar diselamatkan, yang besar masih dipegangi mama saya (sambil) mukuli monyetnya agar pergi," lanjutnya.

kumparan post embed

Palupi mengatakan, monyet tersebut berukuran sekitar 30 sentimeter dan cukup ganas. Kedua anaknya histeris dan menangis.

Sampai di rumah, Palupi langsung mengobati kedua anaknya itu. Namun, mereka merasakan demam dan akhirnya dibawa ke Puskesmas Ngagel Rejo pada keesokan harinya.

"Saya kasih obat, karena kan itu nyeri, tadi pagi sempat panas saya bawa ke Puskesmas Ngegel Rejo," ucapnya.

Pihak puskesmas meminta kedua anak itu dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan intensif. Di RSUD dr. Soetomo, mereka langsung disuntik Tetanus.

"Dikasih suntik TT (Tetanus) takutnya infeksi, sama dikasih saleb untuk pengeringan luka," jelasnya.

Ilustrasi monyet masuk permukiman. Foto: Shutter Stock

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, pihaknya langsung mengecek kondisi kedua korban di rumah sakit.

Sedangkan monyet yang menyerang dua anak peremuan itu sudah ditangkap akan dikarantina apakah terjangkit rabies atau tidak.

"Monyet yang menggigit itu dilakukan observasi atau karantina 14 hari, kalau monyet tersebut mati kemungkinan bisa rabies. Tapi kalau tetep hidup tidak kena rabies," tandasnya.