2 Bayi Berstatus PDP Corona di DIY Meninggal Dunia

16 April 2020 19:34
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi tangan bayi menggenggam Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tangan bayi menggenggam Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melaporkan adanya 3 kematian pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Dari ketiga PDP tersebut 2 di antaranya merupakan bayi masing-masing berusia 10 hari dan 1 tahun.
ADVERTISEMENT
"Laporan kematian PDP dalam proses laboratorium. Meninggal tanggal 13 April 2020 perempuan (usia) 10 hari warga Sleman. Meninggal tanggal 15 April 2020 laki-laki (usia) 1 tahun warga Sleman. Meninggal 16 April 2020, perempuan 47 tahun warga Bantul," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih, Kamis (16/4).
Berty menjelaskan bayi yang berusia 10 hari itu memiliki penyakit bawaan yaitu meningitis dan tidak memiliki riwayat ke luar daerah. Namun meski begitu tetap dimasukkan sebagai PDP karena ada gejala pneumonia.
"Bayi 1 (usia 10 hari) ada penyakit meningitis, tapi tidak ada riwayat luar daerah, ada gejala pneumonianya sehingga masuk PDP," ujar Berty.
Selanjutnya untuk bayi berusia 1 tahun dikategorikan PDP lantaran berkontak dengan orang tuanya yang bekerja di Klaten. Selain itu ditemukan gejala klinis pada bayi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Bayi 2 (usia 1 tahun) ada kontak orang tua kerja di Klaten, dan ada gejala klinis, sehingga masuk PDP," kata Berty.
Ilustrasi kaki bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki bayi. Foto: Shutterstock
"Keduanya (bayi) belum ada hasil laboratorium," katanya.
Sementara itu, Berty juga mengonfirmasi penambahan satu pasien positif corona di DIY. Pasein dengan identitas nomor kasus 65 di DIY itu merupakan warga Bantul berjenis kelamin laki-laki berusia 73 tahun. Yang bersangkutan memiliki riwayat berpergian ke Bekasi.
"Penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari ini tanggal 16 April 2020 sebanyak 1 kasus, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY adalah 63 kasus," ujarnya.
Meski jumlah kasus 63 tetapi penomoran pasien tetap 65. Pasalnya satu pasien positif meninggal dengan nomor kasus 17 didata di Jawa Tengah lantaran beralamat di Kebumen Jawa Tengah. Demikian pula pasien kasus nomor 37 yang dikembalikan ke daerah asal di Pemalang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Hingga Kamis (16/4), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di DI Yogyakarta berjumlah 600 orang. Sebanyak 253 orang negatif. Dari 600 PDP itu 63 dinyatakan positif corona dengan rincian 22 sembuh, 6 meninggal. Sisanya yakni 284 orang masih menunggu hasil lab. Dari 284 orang tersebut, 16 di antaranya meninggal dunia.
--- kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk membantu mencegah penyebaran coronavirus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·