2 Bobotoh Meninggal di GBLA: Kronologi Insiden; Walkot Bandung Minta Evaluasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka di rumah Asep Ahmad Solihin, bobotoh yang meninggal dunia di Stadion GBLA, Kota Bandung.  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka di rumah Asep Ahmad Solihin, bobotoh yang meninggal dunia di Stadion GBLA, Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Dua orang Bobotoh bernama Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup meninggal dunia saat hendak menonton pertandingan Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Stadion GBLA, Jumat (17/6). Pihak keluarga Asep mengatakan almarhum meninggal karena terinjak dan tertimpa pagar stadion.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mendatangi rumah duka Asep Ahmad Solihin. Dia datang untuk mengucap belasungkawa pada keluarga yang telah ditinggalkan.

"Jadi saat ini saya mewakili Pemerintah Kota Bandung takziah ke tempat ini menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi kepada Bobotoh pada saat pertandingan tadi malam antara Persib dengan Persebaya," kata Yana di Cibaduyut, Sabtu (18/6).

Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi?

Suasana Stadion GBLA Bandung, Jumat (17/6/2022). Foto: Ulfah Salsabila/kumparan

Kronologi Peristiwa

Jumat, 17 Juni 2022

  • 12.00 WIB

Pendukung dari dua tim yakni Bobotoh (sebutan pendukung Persib) dan Bonek (sebutan Pendukung Persebaya) sudah mulai mendatangi stadion GBLA dan memenuhi sekitar area stadion. Mereka datang dengan menggunakan atribut tim masing-masing.

"Berangkat dari subuh jam 4.30 WIB dan baru sampai (di Stadion GBLA) sekitar jam 12.00 WIB," kata salah satu Bonek asal Indramayu, Abdul Syukur.

  • 18.00 WIB

Pintu gerbang masuk ke dalam stadion akhirnya dibuka oleh panitia pelaksana (Panpel). Pendukung yang tidak memiliki tiket diimbau untuk tak memaksa masuk ke dalam stadion.

Informasi yang dihimpun dari persib.co.id, panitia di sana melakukan pemisahan kepada pendukung Persib dan Persebaya yang hendak menyaksikan pertandingan di tribun Selatan.

Para pendukung Persib dapat masuk ke dalam stadion melalui pintu gerbang E dan F, sedangkan bagi pendukung Persebaya dapat melalui pintu gerbang G dan H. Ada pun bagi penonton yang tak bisa masuk ke dalam, panitia menyiapkan empat layar lebar di sekitar stadion.

"Supporter yang tidak memiliki tiket diharapkan untuk tidak memaksakan diri masuk ke tribun. Bagi yang sudah telanjur berada di stadion, LOC telah menyediakan empat layar lebar di sekitar pintu masuk Tribun Timur dan Utara sehingga suporter masih bisa menyaksikan jalannya pertandingan," tulis keterangan dari situs Persib.

Ketika gerbang dibuka, terjadi antrean di pintu masuk. Diduga marak penonton tak memiliki tiket memaksa untuk dapat masuk ke dalam stadion.

Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung mengatakan, mereka diduga tak sabar masuk ke dalam sehingga terjadilah insiden saling dorong di tengah kepadatan hingga membuat dua Bobotoh meninggal.

"Nah, banyak yang ingin masuk tidak sabar, ingin buru-buru masuk kemudian ada korban di luar, ya, di depan pintu sobek karcis, bukan di dalam gedung (stadion)" ucap dia.

Korban kemudian sempat dibawa ke RS Sartika Asih untuk mendapatkan penanganan tapi nyawanya tidak tertolong.

  • 20.30 WIB

Pertandingan di antara Persib dan Persebaya dimulai dengan kedudukan akhir 3-1 untuk kemenangan Persib. Gol dari Persib dicetak oleh Victor Igbonefo, Nick Kuipers, dan Ciro Alves.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat menyampaikan keterangan terkait tewasnya Bobotoh di Stadion GBLA. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Walkot: Menjadi Evaluasi Bersama

Yana Mulyana menegaskan pihaknya bersama panitia pelaksana Piala Presiden 2022 bakal melakukan evaluasi terkait dengan insiden tewasnya dua bobotoh.

"Ini tentunya menjadi bahan evaluasi kita bersama lah," kata dia di rumah duka Asep.

Dari laporan yang diterimanya, Yana menambahkan jumlah penonton yang datang menyaksikan laga melebihi kapasitas dari stadion. Ada pun stadion GBLA dibatasi hanya 75% kapasitasnya sebagaimana aturan PPKM Level 1.

"Satgas itu, kan, sebenarnya sudah menetapkan kapasitas itu maksimal 75% tapi kelihatannya dari laporan disampaikan tadi malam itu kan kapasitasnya itu melebihi, ini yang nanti akan dievaluasi oleh panitia pelaksana," ucap dia.

Kini, Yana masih menunggu laporan secara utuh mengenai insiden tersebut. Belum diketahui akan ada atau tidaknya sanksi yang diberikan kepada panitia pelaksana serta ke depannya laga bakal tetap dihelat di Stadion GBLA ataukah tidak.

"Tadi, kan, gini, kita bisa memaklumi euforia dua tahun gak ada pertandingan, pasti semua Bobotoh, kita semua ingin menyaksikan langsung tapi kalau kita semua bisa menaati aturan dan tertib kondusif mudah-mudahan akan jauh lebih baik lah," kata dia.