2 Hari Demo Tolak Penangkapan Rival Politik Erdogan, Mahasiswa Dominasi Jalanan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters

Aksi demonstrasi sudah berjalan selama 2 hari di Istanbul pasca-Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu ditangkap atas tuduhan korupsi. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk memukul mundur massa yang berkumpul di Istanbul City Hall.

Dikutip dari AFP, Jumat (21/3), Imamoglu mendesak negara dan peradilan untuk mengambil sikap atas apa yang dia sebut sebagai kudeta politik.

Pada Kamis (20/3) malam, ribuan orang yang sebagian besar merupakan mahasiswa berkumpul di Istanbul City Hall dan menyerukan agar Presiden Tayyip Erdogan mengundurkan diri.

"Tayyip, mundur!" teriak mereka.

Sementara di wilayah lain di kota itu, massa memukul panci dan wajan. Bahkan, masyarakat di kawasan kelas atas seperti distrik Nisantasi membunyikan klakson mobil sebagai bentuk solidaritas.

Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters

"Penahanannya ilegal, bertujuan untuk menghalangi Imamoglu menjadi presiden, berupaya membungkam lawan," kata mahasiswa Universitas Galatasaray, Basak Cohce.

"Ini bukan aksi protes satu hari. Kami akan mempertahankan hak-hak kami," katanya lagi.

"Kami saat ini berada di jalan-jalan agar suara kami terdengar. Anak muda seperti saya tidak akan tinggal diam," kata mahasiswa Universitas Teknik Istanbul, Yavuz.

Imamoglu ditangkap atas tuduhan korupsi dan teror beberapa hari sebelum dia ditunjuk sebagai kandidat presiden dari Partai Republik Rakyat (CHP) yang merupakan oposisi. Sosok Imamoglu populer dan merupakan rival politik utama Erdogan yang telah berkuasa 22 tahun.

Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters

Pemimpin CHP, Ozgur Ozel, memperingatkan polisi untuk tidak memprovokasi massa dengan menembakkan gas air mata atau peluru karet.

"Jika itu terjadi, polisi Istanbul harus bertanggung jawab," katanya.

Ia juga menegaskan Imamoglu tidak terlibat korupsi atau teroris sebagaimana yang dituduhkan. Ia juga memperingatkan Erdogan bahwa aksi protes tidak akan berhenti.

"Saya tidak memenuhi alun-alun dan jalan-jalan ini. Anda yang melakukannya. Mereka berada di sini karena anda," ujarnya.