2 Jenazah Teroris MIT Poso Belum Dievakuasi Karena Terkendala Cuaca Buruk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi berjaga di depan gerbang Rumah Sakit Bhayangkara, lokasi identifikasi dua jenazah dari kelompok DPO MIT Poso di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7). Foto: Basri Marzuki/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi berjaga di depan gerbang Rumah Sakit Bhayangkara, lokasi identifikasi dua jenazah dari kelompok DPO MIT Poso di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7). Foto: Basri Marzuki/ANTARA FOTO

Komando Operasi Gabungan (Koopsgabsus) TNI-Polri berhasil menembak mati 2 anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7). Saat ini petugas masih berusaha mengevakuasi 2 jenazah.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, pihaknya mengalami kendala dalam mengevakuasi 2 jenazah teroris tersebut kemarin. Penyebabnya adalah cuaca buruk dan medan berat.

“Evakuasi 2 DPO teroris yang meninggal, kemarin dikabarkan terkendala medan berat dan cuaca berkabut. Sehingga menyulitkan penjemputan dengan helikopter,” kata Didik lewat keterangannya, Senin (12/7).

embed from external kumparan

Didik menuturkan, kondisi cuaca Senin (12/7) sudah cukup baik. Pihaknya akan berupaya mengevakuasi jasad 2 teroris itu menggunakan helikopter.

“Hari ini cuaca agak mendukung dan telah diupayakan evakuasi dua jenazah teroris Poso dan update terbaru akan disampaikan kembali,” ujar Didik.

Prajurit TNI Koopsgabssus Tricakti menembak mati dua orang kelompok teroris MIT Poso dalam penyergapan di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7). Foto: Puspen TNI
Prajurit TNI Koopsgabssus Tricakti menembak mati dua orang kelompok teroris MIT Poso dalam penyergapan di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7). Foto: Puspen TNI

Setelah dievakuasi, 2 jenazah tersebut akan dibawa ke RS Bhayangkari Kota Palu untuk diidentifikasi.

“Untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu guna dilakukan autopsi dan identifikasi,” tutupnya.