2 Kabupaten di Gorontalo Terendam Banjir, 3.409 Jiwa Terdampak
·waktu baca 2 menit

Banjir menerjang dua Kabupaten di Gorontalo yakni Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango sejak Sabtu (19/3) malam. Akibat banjir, total warga terdampak mencapai 3.409 jiwa.
Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak terkini di dua kabupaten itu.
Namun, sejauh ini BPBD Kabupaten Gorontalo mencatat 708 KK atau 2.193 jiwa terdampak akibat banjir yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur pada pukul 23.34 waktu setempat atau WITA.
"Total populasi terdampak tersebar pada sejumlah desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Tibawa dan Pulubala," kata Abdul dalam keterangannya.
Sedangkan jumlah desa dan kelurahan terdampak berjumlah 11 wilayah yaitu Kelurahan Hunggaluwa dan Kayubulan (Kecamatan Limboto), Desa Haya Haya, Yosonegoro dan Daenaa (Limboto Barat), Desa Molowahu, Tolotio, Datahu, Isimu Selatan dan Dunggala (Tibawa) serta Desa Bakti (Pulubala).
"BPBD masih melakukan pendataan terhadap warga yang melakukan pengungsian maupun rumah terdampak. Data sementara pada Minggu ini (20/3), rumah terdampak mencapai 546 unit," kata Abdul.
"Saat peristiwa ini berlangsung, tinggi muka air berkisar 50-100 cm setelah debit air Sungai Moloupo, Sungai Biyonga, Sungai Alo Pohu dan Sungai Molowahu meluap akibat hujan lebat," tambah dia.
Abdul menuturkan, BPBD bersama berbagai unsur, seperti TNI, Polri, relawan dan aparat desa terus membantu warga melakukan evakuasi maupun kaji cepat di wilayah terdampak.
Banjir di Bone Bolango
Abdul menjelaskan, perkembangan terkini pada Minggu (20/3) pukul 18.30 WIB, warga terdampak banjir di wilayah Bone Bolango tercatat 379 KK atau 1.216 jiwa. Mereka tersebar di enam desa di Kecamatan Bulango Utara, di antaranya Desa Tupa, Kopi, Tuloa, Bandungan, Timbuolo Tengah dan Tahan Putih.
"BPBD Kabupaten Bone Bolango bersama dengan unsur terkait melakukan upaya penanganan darurat. Personel bersiaga untuk melakukan evakuasi warga," kata Abdul.
"Saat ini, pihak BPBD masih mendata mereka yang berada di tempat evakuasi sementara. Sedangkan bantuan makanan siap saji telah didistribusikan sebanyak 1.500 paket kepada warga terdampak," tambah dia.
Abdul mengatakan, banjir di Kabupaten Bone Bolango terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun di bagian hulu Sungai Bulango pada Sabtu (19/3), pukul 20.02 waktu setempat atau WITA.
"Menyikapi banjir di dua kabupaten ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan atau dampak yang lebih buruk," kata Abdul.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan BMKG, prakiraan cuaca pada Senin (21/3) di wilayah terdampak banjir berpeluang hujan ringan hingga hujan petir.
