2 Kriteria Prioritas yang Mendapat Alat Rapid Test Corona di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Pemprov DKI Jakarta sudah menerima alat rapid test untuk diuji kepada warga yang diduga tertular corona. Tapi, orang yang akan menjalani rapid test tidak bisa sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, ada dua kriteria yang akan mendapatkan alat rapid test ini. Pertama yang berkaitan dengan penelusuran orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19.

collection embed figure

"Kita lakukan rapid test pertama terkait penyelidikan, epidemiologi ODP (orang dalam pemantauan) yang punya kontak erat dengan pasien positif," kata Widyastuti dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/3).

Pemprov DKI Jakarta terima rapid test dan masker. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Kemudian, rapid test akan disebar ke fasilitas kesehatan di Jakarta. Fasilitas kesehatan di Jakarta diharapkan dapat menjaring sebanyak-banyaknya warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif virus corona di Jakarta.

"Kemudian di faskes di rumah sakit maupun di puskesmas dalam rangkap ODP kontak erat. Kita tahu satu kasus postif setelah kita tracing kontak bisa mempunyai hubungan dengan kasus COVID-19 banyak. Yang kita fokuskan kontak erat dengan COVID-19," jelas dia.

Pada awal rapid test dilakukan, Pemprov DKI mendapat 502 kit dan langsung melakukan uji coba di Jakarta Selatan sebagai wilayah dengan sebaran virus corona terbanyak.

kumparan post embed

Kemudian, pada Senin (23/3) malam, Pemprov DKI Jakarta kedatangan 10 ribu kit rapid test bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona yang diketuai Letjen TNI Doni Monardo.

Tapi, hasil dari rapid test awal yang telah dilakukan belum keluar.

"Sedang kita proses ya. Selatan kita sebar ke sejumlah puskesmas mereka masih melakukan penanganan sehingga belum laporan," ucap dia.