2 Orang di Surabaya Tewas dalam Mobil yang Terparkir, Diduga Keracunan AC

3 April 2025 17:38 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Dua orang ditemukan tewas di dalam mobil hitam bernopol L 1163 HN yang terparkir di tepi Jalan Ngagel Jaya Utara, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
Korban seorang laki-laki bernama Hari Aditya (26 tahun) warga Jalan Simo Sidomulyo dan perempuan bernama Vitria (23 tahun) warga Jalan Kedung Baruk, Surabaya. Keduanya ditemukan tewas pada Selasa (1/4) siang.
Saat ditemukan, kedua orang itu ditemukan duduk di kursi bagian depan mobil dalam kondisi tidak bernyawa.
"Menurut keterangan saksi, mobil tersebut sudah terlihat di lokasi sejak sehari sebelumnya. Setelah mendapati kendaraan masih berada di tempat yang sama, saksi kemudian melapor ke Polsek Gubeng," ujar Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, Kamis (3/4).
Saat ditemukan, mobil tersebut dalam kondisi menyala. Meski begitu pintunya tidak terkunci.
"AC juga hidup, seinnya menyala ke kiri berusaha untuk menepi. Pintu kendaraan tidak dalam keadaan terkunci jadi bisa dibuka dari luar," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian pun kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Barang-barang pribadi seperti ponsel dan tas juga masih berada di dalam mobil.
"Berdasarkan penyelidikan awal, kedua korban diduga meninggal dalam kondisi wajar," katanya.
Lalu, kata Eko, kedua orang tersebut diduga tewas karena keracunan AC mobil. Namun, pihaknya masih menunggu pihak rumah sakit untuk menentukan kepastian penyebab kematiannya.
"Untuk penyebab kematian kemungkinan dari pihak medis dokter forensik RSU dr Soetomo bukti tertulis belum ada, tetapi dari informasi awal penyebab kematian keracunan karbondioksida dari AC," terangnya.
"Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan lapang dada karena tidak ada tanda-tanda kekerasan dan seluruh barang milik korban masih utuh," tambahnya.
ADVERTISEMENT