2 Orang Tewas Akibat Gempa Dahsyat di Filipina
·waktu baca 1 menit

Setidaknya dua orang tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 di Filipina, Jumat (10/10). Gempa yang berpusat di lepas pantai Provinsi Davao Oriental itu memicu peringatan tsunami, termasuk di Indonesia.
Seorang legislator dari Davao Oriental, Cheeno Miguel Almario, mengatakan dua korban jiwa telah tercatat.
“Korban jiwa pertama adalah seorang lansia yang dirawat di Pusat Medis Davao Oriental dan menderita henti jantung saat gempa karena panik, sementara korban lainnya adalah seorang wanita berusia 54 tahun yang tertimpa tembok yang roboh dan juga meninggal dunia,” kata Almario, dikutip dari media Filipina, Inquirer.
Adapun Kantor Pertahanan Sipil (OCD) baru mengkonfirmasi satu korban jiwa, yaitu wanita yang tertimpa dinding batako yang roboh di desa pegunungan Calapagan, Kota Lupon. Di desa ini satu rumah dilaporkan roboh.
“Saya baru saja berbicara dengan Wali Kota yang mengkonfirmasi korban jiwa pertama akibat gempa,” kata Ednar Dayanghirang, direktur regional OCD.
Gempa pada pagi hari itu juga memicu peringatan tsunami. Tsunami di Filipina terpantau 30 cm dan peringatan tersebut kini sudah berakhir.
BMKG Indonesia juga merilis peringatan serupa untuk Sulut dan Papua. Tsunami yang terdeteksi setinggi 3-11 cm. Saat ini peringatan juga telah berakhir.
