2 Penjual Daging Babi Berkedok Sapi di Bandung Raup Untung Rp 30 Juta Tiap Bulan

Empat pelaku pengedar daging babi menyerupai daging sapi di Kabupaten Bandung dibekuk polisi.
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, pelaku melakukan aksi tersebut dengan motif ekonomi. Menurut dia, daging yang berada di pengepul yakni Paino dan Suyadi dipasok dari wilayah Solo.
Hendra pun menambahkan, dua pengepul yang diketahui merupakan adik dan kakak tiap pekan meminta untuk dipasok daging babi sebanyak 600 kilogram dengan harga Rp 45 ribu/kilogram.
Setelah ditelusuri, lokasi pemasok di Solo merupakan tempat pemotongan babi sehingga dua pelaku tahu persis jika barang yang dikirim merupakan daging babi.
"Motifnya ya keuntungan, ekonomi. Dia kan beli dari sana (Solo) Rp 45 ribu per kilogram, tiap Minggu minta 600 kilogram, dalam satu Minggu telepon ke Solo sana," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (12/5).
Setelah tiba di Paino dan Suyadi, Hendra mengatakan, daging babi diolah dua pelaku hingga menyerupai daging sapi menggunakan boraks dan didiamkan selama satu malam agar tekstur dan penampilannya benar-benar menyerupai daging sapi.
Daging tersebut kemudian diserahkan ke pengecer yakni Andri Sudrajat dan Asep Rahmat dalam keadaan beku seharga Rp 60 ribu/kilogram lalu dijual kembali ke masyarakat umum dengan pengutamaan penjual bakso dan rumah tangga seharga Rp 85 hingga Rp 95 ribu/kilogram.
"Nah, kalau harga daging sapi kan Rp 130 ribu sampai Rp 110 ribu, yang ini tuh kalau dari bandar yang pesan ke Solo, di harganya Rp 60 ribu ada lagi pengecer yang ambil terus dijual ke pasaran harganya Rp 85 sampai Rp 95 ribu," papar dia.
Jika dihitung, Hendra menyebut, terdapat 36 ton daging babi menyerupai daging sapi yang sudah dijual oleh dua pedagang itu dalam setahun. Dari hasil penjualannya, Paino dan Suyadi mendapatkan keuntungan senilai sekitar Rp 30 juta tiap bulan.
Adapun dua pelaku diketahui mengontrak di sebuah kontrakan di wilayah Kabupaten Bandung. Ketika polisi menggerebek kediamannya, turut ditemukan 500 kilogram daging babi yang berada di dalam freezer.
"Kalau keuntungannya sebulan kira-kira dapat Rp 30 juta lah. Itu untuk pengepul atau bandar. Pengecer juga dapet lagi. Jadi setahun dapet sekitar Rp 270 jutaan lah. Dia kan kesini ngontrak tuh kurang lebih setahunan lah," tandas dia.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
