2 Pesan Presiden Jokowi untuk ASEAN, Singgung Isu Myanmar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan para Menteri Luar Negeri negara ASEAN. Dalam pertemuan itu Jokowi memberi dua pesan kepada mereka.

Menlu Retno Marsudi dalam keterangannya di Istana, Jumat (3/2), menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dilaporkan ke Presiden Jokowi soal kegiatan para Menlu ASEAN.

"Bahwa hari ini dan besok para Menteri Luar Negeri ASEAN akan melakukan serangkaian pertemuan yang akan dimulai siang ini, yaitu working lunch, yang akan membahas mengenai masalah Myanmar," jelas dia.

Ikut hadir dalam pertemuan ini Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn yang berasal dari negara Kamboja.

"Kemudian diikuti dengan ASEAN Coordinating Council dan besok kita akan melakukan pertemuan retreat. Rangkaian pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ini merupakan pertemuan major, pertemuan besar pertama yang dilakukan di bawah keketuaan Indonesia," urai dia.

Presiden Jokowi menerima PP Pemuda Muhammadiyah di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (30/1/2023). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

2 Pesan Presiden Jokowi

Retno menerangkan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menekankan dua hal. Yang pertama adalah bahwa ASEAN tidak boleh menjadi proxy siapa pun.

"Di sini Bapak Presiden menekankan pentingnya sentralitas dan kesatuan ASEAN yang perlu terus dijaga karena ini adalah modal utama ASEAN dan Bapak Presiden menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi, hukum internasional, hak asasi manusia sesuai dengan apa yang ada di dalam piagam ASEAN," beber Retno.

Presiden Jokowi juga menekankan bahwa five point of consensus akan tetap menjadi mekanisme utama ASEAN di dalam meng-address isu atau perkembangan di Myanmar.

"Yang kedua, Bapak Presiden menekankan bahwa ASEAN harus menjadi epicentrum of growth atau pertumbuhan ekonomi di tengah gelapnya proyeksi ekonomi dunia saat ini. Namun, Bapak Presiden kembali lagi mengingatkan bahwa kita akan dapat menjadikan ASEAN sebagai epicentrum of growth kalau kita mampu menjaga stabilitas perdamaian di kawasan," ungkap Retno.

Dalam pertemuan itu juga sejumlah Menlu menyampaikan pendapat dan pandangannya ke Presiden Jokowi, antara lain Menlu Singapura, Laos, dan Thailand.